Nikkan Sports Drama Grand Prix yang melibatkan 12,693 voters dari seluruh Jepang, telah sukses membawa Buzzer Beat sebagai drama paling bersinar pada musim panas tahun ini. Dari lima kategori, drama asuhan Fuji TV ini hampir menyabet habis semua penghargaan kecuali untuk kategori best supporting actor. Kalau menurut pendapat saya pribadi, rasanya Buzzer Beat ini memang pantas menang beberapa penghargaan, karena dari segi cerita dan penokohan, hampir semuanya pas dan cerita yang diangkat dalam drama ini juga ringan dan menghibur. Selain itu, drama ini juga yang membuat saya jadi agak-agak nge-fans sama Yamashita Tomohisa. hehe. Akting Yamapi cukup improve di sini, tapi yang cukup bikin saya kagum adalah aktingnya Keiko Kitagawa. Sebelum nonton Buzzer Beat, saya belum bisa menilai aktingnya Keiko, karena kebanyakan tokoh yang ia mainkan belum terlalu mengeksplor kemampuan aktingnya. Hanya di drama Buzzer Beat ini Keiko terlihat cukup bagus dan natural. Akting nangisnya di episode 10 pun bikin saya terkagum-kagum, karena selain deras banget, dia juga sangat menghayati. Selain itu persahabatannya Riko (Keiko Kitagawa) dan Mai (Kanjiya Shihori) juga natural banget. Kanjiya Shihori bagus banget mainnya. Kalau masalah memainkan ekspresi, Kanjiya Shihori emang lebih jago dibanding Keiko. Haha… Nggak heran deh kalau drama Buzzer Beat dapet cukup banyak penghargaan.
Semua berawal dari sebuah undangan pernikahan yang dilayangkan Shiraishi Risako kepada empat temannya yang berasal dari dunia yang berbeda. Meskipun keempat ibu muda tersebut terlihat sangat glamour dan mewah dari luar, namun sebenarnya mereka menyimpan masalah rumah tangga masing-masing Read the rest of this entry »
Jepang yang dianggap tidak begitu aman akhir-akhir ini, menimbulkan rasa kekhawatiran yang begitu besar bagi berbagai kalangan karena dianggap sebagai zaman terorisme yang mengancam jiwa para petinggi di sana. Oleh karena itu Kepolisian divisi pengawalan sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Divisi ini biasa disebut “Security Police” atau disingkat SP.
Inoue Kaoru adalah salah satu anggota Security Police yang dari luar tampak biasa-biasa saja, malah cenderung Read the rest of this entry »
Ternyata kasus yang terjadi di seluruh penjuru Jepang tidak hanya kasus biasa yang mudah diselesaikan oleh para detektif, namun banyak juga terjadi keanehan kasus yang terkadang tidak masuk akal, seperti keterlibatan hantu dalam kasus, ikan yang berserakan di lokasi pembunuhan, serta Read the rest of this entry »
Hati-hati! Post di bawah ini mungkin saja mengandung spoiler! Kalau kamu belum bener2 nonton drama ini, lebih baik jangan baca tulisan di bawah ini!Read the rest of this entry »
Setiap hari benar-benar bencana bagi Mineta Chisato (Horikita Maki). Bagaimana tidak? Di usianya yang baru 20 tahun ia harus menanggung hutang Ayahnya yang membengkak hingga 100 juta yen. Ia benar-benar menderita, karena setiap hari dicari oleh Read the rest of this entry »
TV Fuji berniat akan menayangkan drama documentary bulan depan. Drama ini akan membahas tentang insiden Matsumoto, sebuah teror domestik yang terjadi saat tahun 90-an. Ini pertama kalinya insiden ini didramatisi oleh stasiun televisi sebagai sebuah drama.
Tanggal 27 Juni 1994, Gas beracun Sarin disebarluaskan di daerah Matsumoto, Nagano. Insiden itu menyebabkan beberapa orang tewas dan ratusan lainnya terluka. Meskipun aksi teror ini terhubungkan oleh kelompok religi Aum Shinrikyo dan Serangan Sarin di jalur Kereta Tokyo pada tahun 1995, para penyelidik yang bertugas dalam insiden Matsumoto, mencurigai salah satu korban, pria yang bernama Yoshiyuki Kouno. Karena Kouno diduga menyimpan sejumlah pestisida di rumahnya, media mulai menganggapnya sebagai pelaku kejahatan. Karena itu juga Kouno jadi tersudutkan dan sering menerima surat kaleng dan ancaman pembunuhan dari masyarakat.
Drama ini memusatkan cerita pada pengalaman Kouno bersama dengan istrinya yang sedang sakit dan ketiga anaknya. Ishiguro Ken yang akan memainkan Kouno, dan Matsushita Yuki yang akan memainkan istri Kouno, yang telah meninggal dunia tahun lalu. Yosuke Asari (21) dan Atsuko Maeda juga ikut peran serta dalam drama ini.
Drama ini ditayangkan di TV Fuji pada hari jumat jam 09.00 pm waktu setempat pada tanggal 26 Juni, satu hari sebelum peringatan ke-15 tahun terjadinya insiden matsumoto.
Bagi penggemar Nagase Tomoya, si anak Yakuza yang agak-agak bodoh di My Boss My Hero, siap-siap untuk nonton drama terbarunya di season selanjutnya. Ia akan berperan menjadi seorang penipu ulung bernama Kyosuke Yoroi yang sudah ditangkap puluhan kali akibat terlibat kasus penipuan. Biarpun begitu, Pemerintah melihat ‘profesi’ Nagase ini bisa dimanfaatkan untuk negara. Karena itu, pemerintah akan membebaskan Kyosuke dengan satu syarat, yaitu menjadi mata-mata yang bekerja untuk negara, dan berperang melawan teroris. Karakter Kyosuke ini agak-agak kikuk dan mudah terpengaruh, tapi dia juga memiliki daya tarik fisik yang sangat tinggi.
Tiap episode menceritakan satu kisah dengan bintang tamu yang berbeda pula tiap minggunya. Tentunya sebagai mata-mata, Nagase akan mengenakan beberapa penyamaran, seperti pilot, dokter, dan aktor korea yang mirip dengan Bae Yong Joon. Selain itu dia juga dibekali oleh beberapa senjata unik, seperti cincin yang merangkap sebagai pistol, serta sepatu yang juga merupakan ponsel.
Acara ini akan ditanyangkan di NTV pada bulan Juli, hari sabtu pukul 09.00 malam waktu setempat.
Penasaran sama film Nagase Tomoya selanjutnya? Kayaknya harus nonton ini deh, soalnya pasti bakal seru. hehe… *Gw kangen sama aktingnya setelah My Boss My Hero*
Voice bercerita tentang lima orang mahasiswa kedokteran yang tergabung dalam jurusan patologi forensik.
Kaji Daiki
Eita as Kaji Daiki
Awalnya Daiki tidak ingin memasuki jurusan patologi forensik, karena ia ingin sekali bergabung dalam jurusan operasi kardiak (jantung). Daiki yang menyadari ada keanehan dalam daftar nama orang yang diterima di jurusan operasi kardiak ( ia yakin kalau semula namanya tertera, namun kemudian dihapus dengan sengaja karena suatu hal ) melayangkan protes pada Profesor Sagawa, dosen yang mengajar di jurusan Patologi Forensik. Segawa balik bertanya saat Daiki protes kepadanya : “Kenapa kau ingin masuk jurusan operasi kardiak?”. Seketika itu juga Daiki menjawab : “Obat menjadi tidak berguna saat jantung sudah berhenti berdetak.”
Namun pendapat Segawa yang mengatakan bahwa ada juga obat yang khusus diperuntukkan bagi kematian membuat Daiki akhirnya menerima jurusan patologi forensik dan mulai mencari tahu rahasia dibalik sebuah kematian.
Kuboaki Kanako
Ishihara Satomi as Kuboaki Kanako
Prestasi Aki yang cukup bagus dan nilainya yang melebihi rata-rata, membuat profesor di departemen neurologi bertanya-tanya kenapa Read the rest of this entry »
Di dunia ini siapa yang tidak suka uang? Tentu semua orang suka sekali uang, dan berlomba-lomba untuk mencarinya demi kesejahteraan hidup. Begitu juga dengan Gamagori Futaro (Matsuyama Kenchi), seorang buruh biasa yang bekerja pada sebuah pabrik milik keluarga Mikuni. Futaro yang dibesarkan di lingkungan yang miskin dan serba kekurangan ini mempunyai satu prinsip : Hidup ini hanyalah untuk uang.