[Spoiler] Kaseifu no Mita ep01


Warning! Post ini mengandung kronologis cerita yang sangat akurat. Tidak disarankan untuk yang belum menonton drama ini. The purpose of this post is just to funly share. Enjoy, Minna!

Cerita dimulai ketika seorang wanita cantik namun berpakaian ala lelaki itu berjalan tegap di sepanjang jalan yang menanjak di sebuah kota di Jepang. Meski saat itu masih subuh, tapi wanita itu terlihat siap menghadapi hari. Langkahnya terhenti di depan sebuah rumah yang cukup besar. Dengan aura misterius, ia terus memandangi rumah tersebut.

Sementara itu, di dalam rumah yang berpapan nama Asuda, sang anak tertua yang bernama Asuda Yui dari keluarga tersebut mengawali hari dengan emosi yang cukup suram. Yui membenahi rumah yang berantakan seadanya, dan membiarkan barang-barang yang berceceran berada di tempat yang tidak seharusnya. Setelah kematian Ibu mereka, keluarga Asuda cukup tidak terurus. Yui mengerjakan pekerjaan rumah tangga dengan asal-asalan, sehingga mengundang protes dari adik-adik mereka, seperti Kakeru Asuda (anak kedua) yang protes karena kakaknya mencuci pakaian tidak menggunakan pelembut. Sementara itu anak ketiga (Kaito Asuda) yang terpintar dan berambisi untuk masuk sekolah swasta juga memprotes aksi kakaknya meski dengan aksi sinis. Kii Asuda sang anak terakhir yang serba ingin tahu, polos, dan masih sekolah di preschool tidak terlalu mempermasalahkannya.

Keiichi Asuda, sang kepala keluarga tampak tidak bersemangat mengawali hari, padahal ini sudah hari ke-49 sepeninggal mendiang istrinya yang meninggal karena kecelakaan. Setiap pagi, ia selalu mengawali hari dengan duduk di kloset kamar mandi sambil merenung dan menghela napas, sebelum akhirnya menampar dan menyemangati diri sendiri. Dari respons keempat anak Asuda, tampaknya tak seorang pun yang begitu memperhatikan omongan ayahnya karena jarak mereka yang tidak terlalu dekat. Waktu Ayahnya minta waktu untuk bicara aja, tidak ada yang begitu memperhatikan dan malah sibuk sendiri. Oh iya, karena ini hari ke 49 kematian ibu mereka, hari ini dupa yang (kayaknya) berisi abu dari ibu mereka datang ke rumah. Soalnya Keiichi bilang, dupa tersebut sebagai tempat ganti untuk berdoa setelah ibu mereka meninggal.

Setelah dupa tersebut diantar dan mereka mengalami pembicaraan yang tidak berarti, pada Jam tujuh teng! Bel pintu berbunyi. Ternyata yang membunyikan adalah wanita misterius yang sejak tadi memandangi rumah tersebut dalam diam. Ia memperkenalkan diri sebagai Asisten Rumah Tangga bernama Mita yang dikirim dari Agensi Asisten Rumah Tangga Harumi. Musik khas yang mengiringi Mita langsung mengalun, memberikan kesan mistis dan misterius. Wajah Mita yang tanpa ekspresi pun sangat mendukung suasana yang membuat seisi rumah penasaran. Anggota keluarga Asuda pun hanya bisa terbengong-bengong saat melihat Mita yang menyebutkan jadwal bekerjanya yang tanpa cela.

Ketika semua pekerjaan yang bakal dilakukan sudah di’absen’, Mita bertanya apa yang akan dilakukan dengan ‘kamar itu’ which is kamar nyonya Asuda yang sudah meninggal. Terjadi kebimbangan di sini. Keiichi bersuara bahwa tak mungkin kamar tersebut dibiarkan begitu saja selamanya, sementara Kakeru bilang jangan dibereskan dulu. Akhirnya mereka sepakat kamar Ibu mereka untuk dibiarkan saja seperti itu meskipun penghuninya sudah meninggalkan dunia.

Setelah semua sudah ‘fixed’, Mita mulai berganti ‘baju dinas’ tanpa suara. Saking terpananya dengan sikap ‘datar’ Mita-san, semua keluarga Asuda hanya menatap Mita yang cekatan sambil terbengong-bengong. Ketika Mita mengingatkan kalau jalanan bakal macet kalau mereka tidak bergegas, barulah mereka bangkit dari alam bengong mereka dan buru-buru meninggalkan rumah. Sebelum pergi, Keiichi yang memakai dasi miring sempat grogi lantaran Mita-san membetulkan dasinya seperti istri membetulkan dasi suaminya. Dengan tampang datar tentunya😀 Saat adegan ‘betulin-dasi’ ini, tetangga Asuda yang bernama Minagawa keluar. Dari wajah dan gerak-geriknya, kelihatannya orang ini bakal jadi tetangga yang bawel dan suka mengomentari urusan orang.

Scene berganti saat Yui-chan di sekolah. Saat Yui sedang bersantai sambil memotret dengan kamera kesayangannya, tiba-tiba seorang guru wanita memanggilnya dengan riang. Ternyata itu adalah Urara, tantenya yang juga menjadi guru di sekolah Yui. Urara sangat bersemangat mengurus keluarga Asuda. Ia terlihat antusias ingin membuatkan makanan untuk keluarga Asuda, namun tampaknya rasa semangat itu sama sekali tidak menular terhadap Yui. Yui justru bilang ‘jangan datang! Pokoknya jangan datang karena kita sudah punya Asisten Rumah Tangga sekarang!’

Sementara itu di kantor, Asuda Keiichi kelihatan tidak berkonsentrasi pada pekerjaannya. Ketika ia sedang meeting dengan rekan kerja, ia malah sedang memandangi seorang karyawati. Ketika rapat selesai, Keiichi menghampiri wanita itu, mencoba bicara dengannya, namun gagal karena tiba-tiba ponselnya berdering. Telepon itu dari agensi penyaluran asisten Rumah tangga, Harumi. Setelah ngobrol basa basi tentang Mita-san, Harumi memperingatkan sesuatu yang cukup membuat Keiichi Asuda ‘merinding’. Hati-hati dalam memerintahkan sesuatu terhadap Mita, karena Mita akan mematuhi apa saja yang diperintahkan. Untuk contoh ekstrim, ketika Mita diperintahkan untuk membunuh seseorang, maka tak segan-segan ia melakukannya.

Mau tak mau Keiichi  jadi memikirkan itu semua. Namun Ketika ia sampai di rumah perhatiannya teralihkan oleh kinerja Mita-san yang luar biasa. Semuanya jadi bersih, kamar mandi wangi, bahkan Mita-san berani menangkap ‘kecoa terbang’ dengan tangannya ketika anggota keluarga yang lain berteriak ketakutan. Makanan yang disajikan Mita-san pun sangat lezat dengan standar makanan restoran. Pokoknya semua pekerjaan yang dilakukan Mita-san selesai dengan memuaskan. Bahkan Kii yang tadinya takut dengan Mita-san mulai suka padanya. Kii bilang kalau Mita-san ingat semua nama anggota AKB48 yang terkenal banyak itu.

Di tengah hidangan makan malam yang ‘extravagant’, Urara datang dengan ceria. Mungkin cenderung ke arah ‘grabak grubuk’. Dalam kedatangannya, ia mengatakan sesuatu seperti permintaan maaf karena belum menyiapkan makan malam, namun ternyata semuanya sudah dikerjakan oleh Mita. Di situ Urara juga menawarkan untuk merayakan pesta ulang tahun Kii, anak terkecil keluarga Asuda. Meski awalnya semua anggota keluarga terlihat enggan lantaran kematian Ibu mereka yang masih belum terlalu lama, namun akhirnya Kii setuju ketika Keiichi bertanya hadiah apa yang diinginkan Kii. Namun sayangnya, Kii meminta satu hal yang sangat mustahil. Kii ingin bertemu Ibunya. Namun parahnya, dengan wajah ceria yang berlebihan Urara akan mengabulkan permintaan Kii tersebut. Semua anak keluarga Asuda khawatir dan bertanya-tanya, apalagi yang akan dilakukan Urara kali ini karena semua yang dilakukan wanita tersebut selalu berakhir buruk.

Ketika semuanya sudah tertidur dan Mita-san akan pulang, Keiichi menanyakan pendapat Mita-san tentang tindakan Urara. Keiichi mengatakan bahwa apa saja yang dilakukan Urara dengan semangat empat lima, entah kenapa selalu berakhir buruk. Saat ini Keiichi mengutarakan perintah pertamanya. Ia memerintahkan Mita untuk pergi ke rumah Urara dan menanyakan apa yang akan dilakukan perempuan itu. Keiichi menyuruh Mita-san karena Keiichi merasa kesulitan menghadapi ayah mertuanya sejak kematian istrinya. Keiichi bilang bahwa setiap kali ayah mertuanya melihat wajah Keiichi, ayahnya akan berteriak “Aku tak ingin melihat  mukamu lagi!”

Tapi lucunya, ketika Mita-san datang ke rumah Urara, Mita yang bertemu langsung dengan ayah mertua malah menjelaskan secara gambling apa yang dikatakan Keiichi kepadanya (tentu saja bagian Keiichi takut diteriaki ayah mertuanya pun juga dikatakan). Semua dikatakan tanpa kecuali, dan ini yang membuat Keiichi sedikit cemas karena kejujuran Mita yang tidak ia prediksi sebelumnya.

Sehabis ke rumah Urara, Mita-san menjemput Kii ke sekolah. Ternyata Kii terlibat pertengkaran dengan anak tetangga. Anak Manigawa-san bilang kalau Kii tidak bisa bertemu Ibunya yang sudah meninggal. Ia baru bisa bertemu dengan Ibunya kalau Kii juga meninggal. Kii yang sedih dengan perkataan itu dengan polos bertanya pada Mita “Apakah Kii bisa bertemu Ibu kalau Kii sudah meninggal nanti?” Mita-san menjawab “Ada beberapa orang yang meyakini hal tersebut”. Saat itu mereka kebetulan sedang melewati danau tempat ibu Kii meninggal. Setelah mendengar jawaban Mita-san, kii bertanya, “Maukah Mita-san menemani Kii bertemu Ibu?”

Mita-san menjawab, “Baiklah.”

Mereka pelan-pelan berjalan memasuki danau tersebut. Mita-san dengan wajah tanpa ekspresi terus menuntun Kii memasuki danau yang semakin dalam. (Saya udah teriak-teriak di sini “YANG BENER AJA!”) Ketika mereka sudah hampir mencapai tengah, Kakeru yang kebetulan lewat menghentikan mereka. (Kenapa ya Kakeru kebetulan banget ada di situ. hehe)  Kakeru mencurigai Mita-san saat itu juga, namun Yui dan Kaito tidak percaya begitu saja kisah yang diceritakan Kakeru. Mereka malah tertarik membicarakan pesta ulang tahun Kii yang akan dirayakan besok. Saat itu, Ketika Yui menanyakan pendapat Mita tentang pesta Kii, dengan dingin Mita menjawab “Semua itu kembali lagi pada kalian. Kalian yang memutuskan.”

Esoknya, saat Yui termenung di ruang klub fotografi, senpai(senior)-nya menyapa Yui dan mengatakan bahwa ia kangen berbicara berdua saja dengan Yui. Ketika Senpai tersebut akan mencium yui, tiba-tiba saja ponsel berdering. Layar HP yui mencetak nama Kakeru di sana. Dengan suara panik, Kakeru berbicara di seberang sana. Katanya Urara merencanakan pesta dengan sembrono dan semua yang dimasak Urara terlihat gagal karena ruangan saat ini dipenuhi asap gosong.

Ternyata yang mereka khawatirkan terjadi juga. Urara membuat pesta terlihat berantakan. Salad penuh tomat ceri (Kii tidak suka tomat ceri) , masakan yang gosong, dan dipotong berantakan, pokoknya pesta yang benar-benar hancur lebur. Ternyata Urara berencana untuk membuat pesta Kii seperti pesta tahun lalu. Melalui foto, Ia memasak menu yang sama dengan tahun lalu, dan memakai baju yang sama dengan Ibu mereka tahun lalu. Katanya Kii boleh menganggap Urara sebagai Ibu mereka untuk hari ini saja.

Akhirnya Kii menangis. Kii tidak mau karena Urara bukanlah ibunya. Ia terus menangis meminta ibunya kembali. Bahkan ketika Ayahnya kembali membawa hadiah panda yang besar, Kii belum mau berhenti menangis. Ia terus meminta Ibunya. Akhirnya Yui yang sudah mencapai batas kesabaran marah besar dan mengatakan kita tidak bisa lagi bertemu dengan Ibu. Katanya “Semua karena benda-benda ini terus-terusan di sini dan tidak dibuang-buang.” Akhirnya Yui memerintahkan Mita-san untuk membuang semua benda-benda Ibunya.

Ketika Mita-san mulai membuang semua baju-baju nyonya Asuda, Kakeru mulai naik darah. Di tengah aksi Mita, Kakeru berteriak “Hentikan!” dan Mita benar-benar berhenti (Mita benar-benar bergerak sesuai yang diperintahkan majikannya. Lalu Yui berkata lagi “Tidak apa-apa. Teruskan.” Dan MIta meneruskan.

Keadaan makin parah ketika Mita membakar baju-baju tersebut. Kakeru benar-benar mencapai batas kesabaran. Ia marah dan meninju Mita begitu rupa. Ditengah emosinya yang meluap-luap, Kakeru berteriak “Kalau semuanya begitu ingin membuang barang-barang Ibu, kenapa tidak sekalian saja kau membuang itu?!” ia merujuk pada dupa yang baru saja sampai tadi pagi. Mita yang mendengar itu, seperti robot yang deprogram langsung berdiri dan melempar dupa tersebut ke dalam kobaran api.

Kakeru bilang “Aku jahat sekali.” Ia mengatakan bahwa setiap kali ingat ibunya, ia ingat saat ia sering menyuruh Ibunya pergi saat wanita itu menasehatinya. “Seharusnya aku sempat minta maaf pada Ibu,” katanya. Melihat Kakeru yang ‘melodrama’, Kaito menjadi kesal dan berkata “Kenapa semuanya jadi begini? Nangis semua.” Dan itu memancing kemarahan Kakeru. Katanya “Kau tidak sedih Ibu meninggal?!” Tapi kemudian Kaito juga sesenggukan. “Aku pun juga ingin menangis! Tapi ibu meninggal begitu tiba-tiba. Aku tidak tahu harus berbuat apa!? Beri tahu aku berbuat apa?! Seberapa keraspun aku berusaha untuk belajar dan dapat nilai bagus, Ibu yang selalu memujiku sudah tidak ada lagi.” Ia sedih tak ada lagi orang yang bisa diajak bicara tentang masa depan. Di sini acting Kaito-chan bagus banget. Dia nangis all out dan teriakannya benar-benar terdengar pedih karena habis kehilangan ibu mereka. Apalagi pas dia teriak “Siapa yang kasih Ibu ijin untuk meninggal?!”

Lalu ditengah teriak-teriakan melodrama, Kii membelah kehirukpikukan dengan mengatakan “Ini semua salah Kii. Kii benci tomat ceri, tapi Ibu tetap memaksa Kii untuk memakannya. Lalu Kii bilang ‘Ibu mati saja sana!’ dan Ibu benar-benar meninggal sekarang. Maafkan Kii! Maaf!!” dan itu menjadi alasan kenapa Kii ingin sekali bertemu Ibu mereka.

Di tengah kejadian itu, tetangga mereka, Minagawa-san protes kenapa ada bisa ada api? Bagaimana kalau nanti kebakaran? Pokoknya ia ceramah panjang lebar dan mennyinggung perbuatan Kii di sekolah yang menyerang anaknya (padahal anaknya juga nakal). Ketika ia sedang bertutur kata panjang lebar, Mita-san tiba-tiba menyemprot Minagawa dan berkata “Bisa gawat kalau di rumah Anda kebakaran” sambil dengan tenang kembali menyemprot api supaya tidak kebakaran. Ketika api sudah reda, mereka menemukan sebuah kotak yang untungnya tidak ikut terbakar api. Ternyata isinya adalah batu yang Kii temukan di samping sungai.

Keiichi mengatakan bahwa dulu Ibu Kii sering menyimpan batu yang Kii berikan padanya. Itu hadiah pertama dari Kii karena itu batu itu adakan ia simpan selamanya. Keiichi bilang, “Sudah Ayah bilang kan? Ibu sangat menyayangi Kii.” Dan Kii kembali ceria mendengar kenyataan itu, ia tak lagi menyalahkan diri atas kematian ibunya. Akhirnya setelah semua ceria, mereka memutuskan untuk kembali mengadakan pesta yang sempat tertunda. Makanan dibuat oleh Mita-san dan kue ulang tahun memakai kue yang dibelikan oleh Urara. Namun Urara lupa membeli lilin dan kartu, tapi entah mengapa di dalam tas Mita-san membawanya. yui yang lupa membeli Kado akhirnya memotret mereka semua dengan kamerannya sebagai hadiah ulang tahun

Ketika Mita-san sudah selesai membuatkan hidangan, ternyata makanan yang disajikan sangat mirip dengan masakan Ibu mereka yang sudah meninggal. Di sini, Kii yang membenci Tomat ceri perlahan mau memakannya.”Enak!” Ucapnya dengan mimik lucu.

Akhirnya pesta selesai dan menyisakan Keiichi yang masih terbangun dan Mita-san yang akan pulang. Ketika Mita-san akan meninggalkan rumah, Keiichi mengucapkan terima kasih atas bantuan Mita-san. Berkat wanita itu, anak-anak bisa melewati kepedihan dan kesedihan atas kematian Ibunya. Namun dengan tidak mengidahkan perkataan Keiichi, Mita malah menyodorkan sesuatu yang ternyata itu adalah bon untuk ekstra waktu yang dikeluarkannya hari ini.  Setelah Mita-san melangkah pergi, Keiichi tiba-tiba memanggil Mita-san. Dengan gugup ia mengatakan bahwa ternyata Istrinya bukan meninggal karena kecelakaan, melainkan bunuh diri. Karena kesalahan Keiichi, istrinya bunuh diri.  Keiichi yang berharap bisa bertukar pikiran tentang masalah ini, hanya mendapat jawaban datar “Hanya itu yang ingin Anda bicarakan? Saya permisi dulu.” Sama sekali tidak ada empati, pemirsa!

Hahaa… adegan terakhir benar-benar menyisakan tanda tanya besar tentang cerita dibalik kematian nyonya Asuda. gimana ya cerita selanjutnya? Untuk episode satu ini menurut saya cukup membuat penasaran dan keinginan untuk menonton episode kedua semakin membesar. Akting anak-anak kecil ini bagus banget, bikin betah nontonnya. Kira-kira salah apa ya Keiichi sampai bikin isterinya sendiri bunuh diri?

About reviewdramajepang

Review drama dan film Jepang terbaru atau yang sudah lama.
This entry was posted in Jdrama Autumn 2011, Kaseifu No Mita, Spoiler, Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to [Spoiler] Kaseifu no Mita ep01

  1. Key says:

    Ditunggu sinop selanjutnya, semangat🙂

  2. acdhiarnyrekha says:

    .please, lanjutin ke sinop brikutx dong!!
    .tolong yah!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s