[Spoiler] Kaseifu no Mita ep02


Warning! Post ini mengandung kronologis cerita yang sangat akurat. Tidak disarankan untuk yang belum menonton drama ini. The purpose of this post is just to funly share. Enjoy, Minna!

Pagi itu Keiichi terlihat gundah lantaran pengakuannya terhadap Mita-san yang ia lontaran tadi malam. Pada episode yang lalu, ia mengakui sebuah fakta yang mengejutkan, yakni Ibu dari anak-anak meninggal karena bunuh diri. Dan terlebih lagi itu semua karena kesalahannya. Oleh karena itu,  ketika Mita-san datang pagi-pagi, Kousuke meminta pada Mita-san agar tidak membocorkan rahasia vital ini kepada anak-anaknya. Ia ingin agar ia sendiri yang memberitahukannya nanti. Dengan muka datar nan misterius, Mita-san berkata, “Baiklah”-nya yang biasa.

Meskipun demikian, Yui si anak tertua merasakan ada yang aneh dengan kematian Ibunya. Ia bertanya-tanya, kenapa Ibu ke sungai yang berarus cepat, dalam, dan berbahaya itu, padahal ibu sendiri tak bisa berenang  dan sering melarang mereka ke sana. Dengan gugup Keiichi menjawab pertanyaan anaknya, “Memang aneh ya? Kenapa bisa begitu?” lalu perkataannya berhenti ketika Mita-san menatapnya dengan pandangan yang sulit ditebak. Dikiranya mau bilang apa, namun ternyata Mita-san ingin bilang kalau sarapan sudah siap.

Pagi itu, sarapan mewah ala restoran hotel pun digelar. Dengan lahap mereka menyantap hidangan itu sebelum akhirnya perkataan di sebuah berita menginterupsi kegiatan mereka. Katanya, ada seorang murid yang memutuskan untuk bunuh diri karena terus menerus di­tindas oleh teman sekelasnya. Sepertinya kali ini adalah episode yang khusus memperlihatkan kehidupan Kaito, karena Kakeru bertanya pada kaito, “Kaito, kau tidak ditindas di sekolah bukan?” kaito menjawab “Tidak mungkin lah!” Keiichi sang Ayah yang melamum memikirkan sesuatu akhirnya angkat bicara dan mengatakan “Semuanya, ada yang ingin ayah bicarakan!” (Sepertinya ia ingin menceritakan kisah dibalik bunuh diri isterinya) Lalu Ki yang masih polos dan tidak tahu arti kata “tindas” dengan innocent-nya memotong perkataan ayahnya dan bertanya pada semuanya “Ditindas itu apa sih?”

Terjadilah lempar-lemparan jawaban karena mereka tak tahu bagaimana harus menjawab pertanyaan seberat itu untuk anak kecil. Akhirnya Kaito mengalah sebagai sukarelawan. Ia bilang, “Menindas” /Bullying adalah ketika seseorang berbuat jahat dan membuat temannya menangis. Lalu Ki bertanya lagi, “Kenapa orang bisa berbuat sejahat itu?” karena tak ada yang bisa menjawab, ia bertanya pada Mita-san. Dengan wajah misteriusnya Mita-san menjawab : “Karena Manusia adalah makhluk yang lemah. Ketika mereka melihat orang lemah, mereka akan menghajar orang lemah tanpa ampun. Dan ketika mereka melihat orang kuat, mereka merasa terintimidasi dan lari. Itulah sifat alami manusia.”

Dan semuanya terdiam. Keiichi bilang, “Jangan sampai mendetail begitu, Mita-san.” Namun dengan wajah datarnya Mita-san malah menjawab bahwa ia akan membuang sampah sekarang, jika mereka tidak perlu apa-apa lagi darinya.”

Ketika Mita-san keluar, anak-anak keluarga Asuda mulai berbicara kalau Mita-san benar-benar aneh. Kenapa ia menjadi asisten rumah tangga? Apa dia tidak menikah? APa ia tak punya anak? Semua merasa Mita-san sangat misterius dan tak bisa ditebak. Lalu Ayahnya menyumbang suara, “hati-hati kalau berbicara atau menyuruhnya sesuatu. Karena apapun yang kita suruh, pasti akan dilakukannya. Untuk contoh yang ekstrim, ia akan membunuh jika disuruh membunuh.” Mendengar itu keluarga Asuda menjadi takut dan Yui meminta ayahnya untuk memeriksa latar belakang Mita-san lebih jauh.

Lalu Mita-san masuk dan suasana menjadi kikuk. Di saat yang lain berusaha menutupi pembicaraan tersebut, Ki malah bertanya “Apapun yang kita minta, Mita-san akan mengabulkannya?” lalu MIta-san menjawab “Jika sesuai dengan kemampuan saya.” Lalu Ki meminta MIta-san melakukan “OTEDAMA”, sejenis permainan lempar beberapa bola sekaligus. Anehnya, di dalam tas ajaib MIta-san sudah tersedia bola-bola dan MIta-san melakukan otedama yang sangat

Kali ini scene berganti saat Kaito di sekolah. Ternyata di sekolah Kaito ada segerombolan anak-anak nakal yang suka “menindas” teman-temannya sendiri. Meksi Kaito tidak termasuk yang ditindas, namun anak nakal tersebut sering meminta Kaito jawaban ketika tes berlangsung. Kaito berusaha menolak, namun semuanya sia-sia saja. Saat kaito pulang, ia berjalan dengan lesu, karena tak kuasa menolak permintaan anak nakal itu. saat itu ia bertemu dengan Ki. Ki bilang bahwa Mita-san benar-benar bisa melakukan apa saja. Katanya, kalau Kaito punya permintaan, katakan saja pada MIta-san. Sepertinya Kaito sudah mulai tergoda di sini untuk meminta sesuatu pada Mita-san.

Sementara itu di kantor, Keiichi terlihat menunggu seseorang. Ternyata yang ditunggu adalah Kazama, seorang wanita cantik temannya sekantor. Awalnya Keiichi bilang akan mendiskusikan masalah pekerjaan di kantor, namun ternyata ia membicarakan hal yang lain. Keiichi memohon untuk bicarakan masalah mereka. Namun Kazama bilang, “Tak ada jalan lain selain putus.”

Setelah berdiskusi panjang, ternyata diketahui bahwa penyebab Isterinya  bunuh diri adalah ketika Keiichi menyerahkan surat cerai karena ingin berhubungan dengan Kazama. Kazama yang merasa tidak mungkin melanjutkan hubungan ini mengatakan bahwa ia tidak bisa menjadi ibu dari empat anak Keiichi.

Karena hal itu Keiichi jadi merenung sambil menatap surat Isterinya yang mengatakan “Kalau kau meninggalkanku, aku akan mati.” Karena banyak pikiran berkecamuk di benaknya, ia tidak siap pulang ke rumah dan memutuskan untuk berbohong dengan mengatakan ada pekerjaan tambahan dan ia harus lembur.

Sementara itu di rumah, Kaito mendapatkan telepon dari temannya. Ternyata itu adalah Furuta, anak nakal yang meminta contekan saat di sekolah. Kaito bilang sama MIta-san, “Bilang saya tidak ada di rumah.” Dan lucunya Mita-san benar-benar menjawab ““Bilang saya tidak ada dirumah” saya diminta bilang sepert-“ (Mita selalu mengatakan semuanya dengan rinci, lol) Sebelum Mita menyelesaikan perkataannya, akhirnya Kaito mau menjawab telepon. Furuta si anak nakal ternyata ingin mengajak Kaito, si ketua kelas untuk mengutil senapan angin yang sudah lama diincarnya. Jika lebih banyak orang, lebih sedikit kemungkinan tertangkapnya. Kaito menolak, namun Furuta mengancam “kau tahu apa yang akan  terjadi jika menolak kita bukan?”

Kaito yang merasa terancam dengan perkataan Furuta, akhirnya mulai mengambil tindakan. Ia minta tolong pada MIta-san untuk menghajar Furuta. (dalam artian meninju, memukul, dsb). Lalu dengan wajah misteriusnya, Mita-san menjawab “Baiklah.” (Whaaa… beneran mau ditinju nih?!) Dan beneran aja lho… Setelah Kaito meminta hal itu, Kaito bersama dengan genk Furuta menjalankan aksi mengutilnya di toko senapan angin. Lalu dengan datar Mita-san muncul di hadapan Genk Furuta. Dengan datar pula Mita-san meninju Furuta berkali-kali di mukanya. Saya pribadi takjub melihat adegan ini.

Esoknya, Kaito, Keiichi, dan Mita dipanggil oleh guru di sekolah. Ketika diminta menjelaskan, MIta menjelaskan secara detail mengapa ia melakukan itu. Mita bilang “Kaito mengatakan bahwa ada anak yang bernama Furuta yang suka menindas anak di sekolah, memintanya memberi jawaban saat tes, dan bahkan mengancamnya untuk mengutil senapan angin. Jadi Kaito meminta pada saya untuk menghukumnya. Tolong hajar dia.” Setelah penjelasan panjang lebar begitu, akhirnya Kaito mengaku bahwa ia memang meminta Mita-san untuk menghajar Furuta. Namun ia juga bilang kalau tindakan Furuta yang membuat seisi kelas tak enak akibat penindasan itu pun juga benar. Tapi si guru malah tidak percaya dan memilih untuk menelan bulat-bulat pernyataan Furuta yang mengatakan bahwa ia tidak pernah menindas, mengancam, ataupun mengutil. Malah Kaito yang disuruh minta maaf. Sigh. Belum lagi ibu-ibu samping rumah yang nyindir-nyindir Mita-san dan Kaito.

Sampai rumah pun begitu. Kaito malah disalahin oleh kedua kakaknya. Tapi kaito yang keras kepala tidak mau disalahkan begitu saja. Ia bilang “Yang salah MIta-san dan Furuta. Mana ada orang yang langsung meninju orang lain hanya karena disuruh?” karena itu Kakeru dan Yui mulai merasa takut dan meminta Ayahnya untuk segera mengganti Mita-san. Tapi Ki nggak mau karena Ki sudah terlalu suka sama Mita-san. Daaan…  Ketika diskusi keluarga ini berlangsung, tiba-tiba Urara-chan datang dengan rentetan ocehan yang tidak bisa berhenti mengenai kejadian yang baru saja berlangsung. Kaito yang sebal dengan Urara akhirnya pergi dari ruangan itu.

Esoknya, Keiichi yang libur kantor akhirnya pergi ke biro penyalur asisten rumah tangga dan meminta Harumi, sang ibu kepala untuk mengganti Mita-san dengan segera. Setelah mendapat orang yang cocok, Keiichi tergelitik untuk bertanya lebih jauh pada Harumi tentang identitas Mita lebih jauh. Ia penasaran, Mita-san orang yang seperti apa? Namun Harumi tidak ingin membicarakannya untuk menjaga kerahasiaan MIta-san. Tapi Harumi yang tidak bisa menahan mulutnya akhirnya mengaku, bahwa sebenarnya Mita-san bukannya tidak mau tersenyum, tapi ia tidak bisa tersenyum. Mita-san memutuskan untuk tidak akan tersenyum lagi di sepanjang hidupnya.

Sementara itu Urara kembali membuat kekacauan. Di sekolah, ia mengumandangkan kata-kata cantik seperti ‘penindasan itu tidak baik’, dan ‘mari semuanya akur dan membuat kenangan yang indah’. Namun justru itu yang membuat Kaito lebih terpojokkan. Kaito yang malu habis-habisan akhirnya memilih untuk lari dan pulang. Ketika ia akan mengambil sepatunya, betapa kagetnya kaito ketika melihat rak sepatunya sudah dipenuhi dengan tanah. Rupanya Furuta dkk sudah mengambil tindakan bullying terhadap Kaito.

Esoknya, Kaito tidak mau masuk sekolah. Dia memilih untuk pergi ke tempat lesnya (Juku). Sekolah negeri di Jepang bisa bolos sesuka hati. Ia ingin konsentrasi untuk masuk ke sekolah swasta yang bagus, oleh karena itu ia tidak mau masuk sekolah lagi. Selain itu ia tidak mau berurusan dengan anak-anak sekolah negeri yang menurutnya merepotkan.

Namun mimpi buruk Kaito tidak berhenti di situ saja. Ketika Kaito mengikuti pelajaran di JUku dengan tenang, badai menerjang. Furuta yang tidak menyerah mengganggu mulai mendatangi Kaito di Juku. Katanya” Datanglah ke tempat penyimpanan olahraga di sekolah. Kalau kau tidak datang, kau mati!”

Kaito yang ketakutan segera berlari pulang ke rumah. Di tengah jalan, ia bertemu dengan Mita-san. Ternyata Mita-san berpamitan karena dia sudah tidak bekerja di rumah itu lagi. Lalu dengan frustasi Kaito bilang pada Mita-san. “Anda yang menyebabkan semua kekacauan ini! Mita-san harus tanggung jawab!”

Mita: “Kau ingin aku melakukan apa?”

Kaito: “Aku ingin kau membunuhnya. Orang jahat seperti itu hanya menyusahkan semua orang. Nantinya dia juga akan berbuat kejahatan di masyarakat. Kenapa orang seperti itu tetap hidup sedangkan Ibu meninggal? Ini tidak adil! Bagi masyarakat pun, lebih baik orang seperti itu mati saja!”

Mita : “Baiklah!”

Mita-san benar-benar pergi ke tempat Furuta menunggu Kaito.  Tanpa ba bi bu lagi, begitu mereka bertemu, Mita-san langsung mencekik Furuta. Tanpa disangka Kaito pergi mengejar Mita-san. Kaito langsung berteriak “HENTIKAN! Bagaimana kalau kau dihukum mati karena membunuh orang?”

Mita menjawab: “Saya tidak keberatan.”

Kaito: “Sudahlah, ayo kita pulang!”

Furuta yang masih setengah ‘sekarat’ mengatakan bahwa Kaito pengecut. Katanya, “Kau pengecut, lagi-lagi menyuruh asisten rumah tangga untuk membunuhku! Kalau begitu, apa bedanya perbuatanku dan perbuatanmu? Kamu sama saja sepertiku! Kemanapun kamu lari, aku akan membunuhmu!”

Kaito yang bingung bertanya pada Mita-san: “Aku harus bagaimana?”

Lalu kalimat sakti Mita-san kembali diluncurkan,“Kalau itu, Anda sendiri yang memutuskan.”

Akhirnya Kaito memutuskan untuk melawan Furuta. Sembari melawan Furuta, dengan frustasi Kaito berteriak, “Kenapa kau mengganggu teman-teman sekelasmu?! KEnapa mau mau membunuh orang?! Jika nanti kau tidak bisa melihat orang itu lagi, apa kau tidak akan menyesal?! Kematian adalah hal yang buruk kau tahu?!  Menyedihkan, menyakitkan dan sangat membuat frustasi, kau tahu?! Itulah rasanya ketika seseorang meninggal! Rasa itu akan terus menerus menghantuimu selamanya! Kau tahu?!!”

Akhirnya dengan terbirit-birit Furuta meninggalkan mereka berdua. Kaito terkapar setelah dihajar oleh Furuta. Dengan lesu ia berkata “Saya sangat menyedihkan ya?” namun Mita-san yang mengambil inisiatif untuk mengobati luka Kaito mengatakan, “Menurut saya Anda sangat hebat.” Kaito yang mendengar itu menangis tersedu-sedu.

Setelah itu Kaito pulang dengan luka-luka memar di wajahnya. Dengan wajah penuh luka, ia meminta untuk tidak memberhentikan Mita. Ia ingin agar Mita-san tetap bekerja di sana. “Yang salah adalah aku,” kata Kaito. Di tengah pembicaraan itu, mertua Keiichi yang juga merangkap Ayah Urara datang bersama Urara. Wajahnya tampak murka sebelum Ia mengatakan “Saya dengar asisten ini menggunakan kekerasan terhadap anak kecil. Kenapa dia masih ada di sini? Ini Kaito juga, kenapa ia terluka?! Semuanya salah kamu ya?!” serunya sambil menuding ke  arah mita-san. Tampaknya Mertuanya juga kurang suka terhadap Keiichi, karena ia menyalahkan Keiichi atas kehirukpikukan yang terjadi di rumahnya. Katanya, “Apa kau tidak punya kesadaran sebagai kepala rumah tangga?! Cepat usir asisten rumah tangga ini!”

Namun Keichii berkata, “Saya tidak akan memberhentikan Mita. Apapun yang terjadi di rumah ini, saya yang akan bertanggung jawab.”
Tapi karena itu Mertuanya malah makin marah, “Saya tahu kau yang sebenarnya. Kau bukan ayah yang baik. Suatu saat nanti saya akan membongkar sifatmu yang sebenarnya!”

Namun karena ini sudah waktu tidur Kii, akhirnya dengan diseret Urara, sang Mertua yang menerobos masuk pun diseret keluar, meninggalkan Keiichi dengan rasa tidak enak yang mendalam karena dibilang seperti itu.

Esok paginya,  dengan keberanian yang terkumpul, akhirnya Kaito memutuskan untuk masuk sekolah. Dengan sepatunya yang sudah dibersihkan dengan sempurna, ia berangkat dengan kepercayaan diri yang tinggi.

Setelah semuanya berangkat sekolah, tinggal ayahnya yang belum berangkat sekolah. Mita-san mengingatkan bahwa ini sudah waktunya berangkat. Namun ayahnya malah meminta Mita-san untuk membakar surat terakhir ibunya. Surat yang mengatakan bahwa “Kalau kau menceraikanku, maka aku akan mati.” Lalu Keiici mengatakan sesuatu yang mengejutkan. Ia memutuskan untuk tidak memberitahukan tentang kebenaran dibalik kematian ibu anak-anak. Ia takut anak-anak akan kaget jika mengetahu kebenarannya dan ini semua dilakukan demi kebaikan anak-anak.

Baru saja MIta-san akan membakar surat tersebut, tiba-tiba Yui muncul dan menghentikan semua. Lalu dengan pandangan tak percaya ia bertanya, “Ayah, barusan Ayah bilang apa?”

Bagaimanakah kelanjutan kisahnya? Makin seru aja nih…

About reviewdramajepang

Review drama dan film Jepang terbaru atau yang sudah lama.
This entry was posted in Dark, human drama, Jdrama Summer 2011, Kaseifu No Mita, Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s