Itazura na Kiss ~ Love in Tokyo Recap episode 7


Opening copy

Warning! Post ini mengandung kronologis cerita yang sangat akurat. Tidak disarankan untuk yang belum menonton drama ini. The purpose of this post is just to funly share. Enjoy, Minna!

Episode 7: Serve Ace of Love

ep07-01

Seperti yang saya duga sebelumnya, pasti Irie-Mama menentang habis-habisan kepindahan Kotoko dari rumahnya. Dan benar saja, ia terlihat seperti mau menangis saat Ayah Kotoko bilang bahwa mereka sudah tidak ingin merepotkan lagi.

Di sisi lain, Yuki justru jejingkrakan mendengar berita kepindahan ini. Ia langsung mengabari Naoki yang saat itu sedang membaca buku. “Kotoko yang bodoh pindah! Kotoko pindah, Oniichan!” kata Yuki dengan suka cita. Tapi Naoki hanya memasang poker facenya yang biasa. Entah apa yang dipikirkan Naoki, tapi sedikit banyak sepertinya dia nggak mau Kotoko pindah. Ini terlihat dari ekspresinya yang tidak benar-benar membaca buku. Hm.. I wanna know what he’s thinking..

ep07-02

Esok paginya, Kotoko dan Ayahnya benar-benar pindah. Dan yang saya sesalkan di sini adalah, Naoki tidak mengantar kepergian Kotoko sedikit pun. Is it that hard to say goodbye Naoki? Tapi bisa dimengerti sih. Irie-Mama saja tidak mengantar sampai depan dan memilih menangis di dalam. Mungkin Naoki tidak mau tertangkap basah menangisi kepergian Kotoko? Hmm.. Orang itu memang susah ditebak.

ep07-03

Ternyata mereka berdua pindah ke apartemen kecil di sudut kota. Rupanya itu bukan rumah baru mereka, melainkan tempat tinggal sementara sampai Ayah mereka menemukan rumah baru. Pikiran saya sama dengan Kotoko. “Kalau begitu kenapa kita tidak tinggal di rumah Irie saja sampai menemukan rumah baru?”. Teori ayahnya adalah.. semakin lama tinggal di sana, semakin sulit untuk mengucapkan selamat tinggal. Akhirnya… kehidupan Kotoko tanpa Naoki pun dimulai.

ep07-04

Sementara itu, kedua sahabat Kotoko kaget setengah mati saat mendengar Kotoko pindah dari rumah Irie. “Berarti, tidak ada ‘connection’ lagi di antara kau dan Irie.” Namun kali ini dengan pasti Kotoko menjawab. “Aku menyerah. Aku tidak akan mengejar Irie-kun lagi.” Oke, kita lihat berapa lama ini akan bertahan. Hahaha.. I mean, dari episode awal Kotoko selalu bilang dia akan melupakan Irie, tapi apa yang terjadi? Hihi. Tapi apa yang dikatakan Kotoko selanjutnya memang masuk akal. Dia juga bilang, perkataan ayahnya yang membuatnya berpikir lagi: “Selama ini Naoki sama sekali tidak tertarik padamu.” Karena itu dia akan mencari orang lain yang lebih baik dari Irie-kun. Well.. Ooen-shiteimasu! Ganbatte Kotoko-chan.

Kinchan yang kegirangan mendengar ini, membuatkan Kotoko satu piring besar omelete rice. *Kapan buatnya saya juga nggak ngerti. Tau-tau udah jadi aja. Satu omelete besar dengan tulisan “Happy birthday Kotoko.” Rupanya itu untuk merayakan “kelahiran kembali” Kotoko dengan perasaan yang baru.

ep07-05

Okaeri Kotoko-chan!

Malamnya, Kotoko pulang dengan keadaan hampa. Hanya udara dingin yang menyambut di apartemen barunya. Sementara itu, ia jadi ingat kehangatan keluarga Irie saat menyambutnya pulang. Ada ingatan pas Naoki bilang “Okaeri” (Selamat datang) sambil tersenyum. Walaupun nggak yakin juga Naoki bakal bilang gitu. Lol.

Setelah itu Kotoko langsung menjerit untuk menyadarkan diri sendiri. “Tidak boleh! Aku sudah memutuskan untuk melupakan Naoki.”

Sementara itu di rumah Irie, keadaan cukup kacau balau sejak ditinggal Kotoko. Irie-mama jadi depresi dan feel like doing nothing. Kerjaannya Cuma ngeliatin foto Kotoko terus, sementara Irie-Papa dan Yuki membuat sendiri makan malam mereka. Sepertinya hal ini sedikit banyak membuat Naoki berpikir. Dia keliatan nggak khusyuk baca buku dengan mata yang terlihat menerawang.

ep07-06

Esoknya, Kotoko yang bertekad mau melupakan Naoki, hari ini tetap datang ke latihan tenis. Entah apa yang ada di pikiran Kotoko, padahal Jinko dan Satomi sudah mengingatkan: “Kau kan ingin melupakan Naoki, kenapa harus datang ke latihan tenis?” Dan, toh.. Naoki juga nggak bakalan datang di latihan itu.”

ep07-07

Kotoko ‘joget’ sambil ngambilin bola. haha.

ep07-08

Tapi, tapi… hal yang mengejutkan terjadi. Dengan tampang datarnya Naoki datang dan menginterupsi ‘kegiatan’ Kotoko: mengumpulkan bola tenis yang berjatuhan di lapangan. (akhirnya Kotoko diizinkan untuk masuk lapangan. Tapi hanya untuk ngambilin bola? Ugh!) Kotoko sampai terbata-bata melihat Naoki. Kenapa kamu datang latihan? Padahal Naoki kan tidak perlu datang karena punya privilage khusus. (Baca di recaps episode 6 mengenai privilage ini). dengan santainya Naoki bilang “Aku kan juga anggota klub tenis.” Hahaha.. bilang aja dia dateng latihan karena kangen Kotoko.

ep07-09

Sementara itu, Sudo-senpai yang sumringah menyambut kedatangan Naoki, langsung menawarinya main tenis. Tapi Sudo yang wajahnya seperti Om-om ini bermain licik di sini. “Bagaimana kalau kita bermain double? Pasanganku adalah Yuko matsumoto, sedangkan pasanganmu… Aihara Kotoko!”

What!? Hahaha… Bisa aja si Om. Naoki langsung panik saat dikasih tahu dia akan main double dengan Kotoko. Bagaimana bisa menang?!

ep07-10

Akhirnya mereka tetep bermain. Bisa ditebak, Naoki kewalahan sementara Kotoko terus-terusan menghindari bola. Haha..

ep07-11

Tapi Kotoko tetap tidak menyerah. Dia tetap memasang pose siap tempur. Sampai akhirnya dia mau memukul bola, sebelum Naoki mencegahnya sambil berteriak “Jangan dipukul! Biar aku saja” dan terjadilah pose aneh ini.

ep07-12

Dan.. mereka kalah dengan score yang telak. Om Sudo terkekeh puas, dan mengatakan sesuatu seperti bagaimana-kalau-minggu-depan-kita-main-double lagi. Tak disangka-sangka, Naoki menyanggupi omongan iseng itu. Katanya, “Boleh saja main lagi. Atau… tidak usah main? Mungkin aku akan membuat malu Sudo-san lagi.” akhirnya minggu depan mereka main lagi. daaan…. dengan bonus latihan tenis seminggu penuh bersama Irie Naoki! Lol.. gimana mau ngelupain kalau Naoki muncul terus  di depan Kotoko kayak amuba.

ep07-13

Tapii.. latihan Kotoko dan Naoki tidak berjalan mulus. Karena Kotoko tidak lulus tes performance, Kotoko tidak diizinkan oleh Om Sudo untuk bermain tenis di lapangan. Akhirnya, Naoki memutuskan untuk melatih Kotoko pada saat pagi dan sore, waktu lapangan tenis sedang tidak dipakai orang.

ep07-15

Open your eyes and look at the ball properly – Irie Naoki

ep07-14

Me o aketeee… Booru o miteee..

Dengan kejam Naoki melatih Kotoko, padahal hujan sedang turun. Tapi menurut saya di sinilah quality time mereka terjadi, walaupun jauh dari kesan romantis (mungkin karena Naoki tidak pandai mengekspresikan perasaannya kali ya.) Dengan suara beratnya yang –ehm- seksi, Naoki mengajari Kotoko untuk melihat bola properly, dan gerakkan badan ke arah bola melintas. Gara-gara latihan ini, saya jadi sedikit terobsesi sama suara bas Naoki. Hehe.

ep07-16

Tapi sedikit banyak saya kasihan melihat Kotoko. dia jadi tewas berat begitu pulang ke rumah. Badannya biru-biru karena kebanyakan berlatih.

ep07-17

Kinchan bikin meleleh!

Esoknya, moment Kinchan dan Kotoko terjadi lagi. Kinchan datang membawakan makanan pada Kotoko yang tepar di kelasnya. Kinchan baik banget. Dia membawakan makanan begitu mendengar Kotoko latihan tenis siang dan malam. Kinchan terus memperhatikan Kotoko yang melahap habis makanannya. Begitu melihat biru-biru dan memar yang menghiasi tubuh Kotoko, Kin-chan tak tahan lagi untuk bertanya, “Jangan-jangan, kamu menjalani latihan tenis, hanya untuk bersama Naoki?”

Kotoko menjawab dengan lesu. “Naoki bilang padaku, ‘jangan menghalangi jalanku lagi.’” diam sejenak sebelum Kotoko melanjutan. “Kinchan pernah bilang padaku bukan? Bahwa hari ini adalah hari kelahiranku yang baru. Supaya bisa lahir sebagai orang yang baru, aku harus berhenti menghalangi jalan Irie-kun. Meskipun aku bilang aku akan melupakan Irie-kun, tapi kurasa itu hanya kata-kata agar aku terlihat tegar. Kurasa aku belum bisa melupakan Irie-kun.”

Lalu Kinchan menjawab dengan lembut. “Aku mengerti. Sekarang ini Kotoko sedang dalam proses melupakan Irie Naoki. Mungkin akan memakan waktu lama, tapi aku akan mendukungmu.” Sambil menatap lembut, Kinchan berkata, “Sebagai gantinya, aku tidak akan menyerah mengejarmu, Kotoko.”

ep07-18

Sementara itu, hari-hari penuh latihan berat berlanjut. Rupanya Irie serius sekali mengajar Kotoko.  Bahkan ketika lampu yang menerangi lapangan padam, ia tetap melanjutkan latihan di luar lapangan. Saat hari hujan pun, Naoki tetap meneruskan latihannya. Dan yang saya senang di sini, Tante Yuko Matsumoto memandang mereka berdua dengan tatapan marah. Hahaha.. Makan tuh Tante!

ep07-19

Esoknya Irie-mama pergi ke sekolah untuk menstalking Kotoko. Dan di sana ia malah bertemu dengan Jinko dan satomi. Penampilan Irie-Mama nggak banget. Haha. Persis dengan penampilan Kotoko waktu dia ngestalking Irie di episode 6 lalu. Nggak heran Jinko bilang kalau ‘Tante mirip banget sama Kotoko.” Lucunya lagi, di sini dengan polosnya Jinko membeberkan pada Irie-mama kalau Naoki dan Kotoko sudah ciuman. Lol.. biasanya Ibu-ibu shock ya denger anaknya dikissu sama orang lain. Dia malah teriak kegirangan. “Yahhoooooo….”. Dan ngeliat tampangnya yang meyakinkan, saya yakin Irie-mama merencanakan sesuatu. apalagi setelah itu dia bilang, “Saya akan membawa Kotoko-chan pulang ke rumah.”

ep07-20

Lalu malamnya, Kotoko kembali berlatih serve bersama Naoki. Setelah berkali-kali melakukan serve yang gagal, untuk pertama kalinya Kotoko berhasil memukul bola hingga ke seberang net. Jejingkrakan dan tidak bisa menahan rasa gembira, dengan spontan Kotoko langsung memeluk Naoki sambil berseru “Hore! Aku berhasil! Aku berhasil!”

Tapi Irie hanya memandangi Kotoko dengan tajam. Kotoko langsung melepaskan pelukannya sambil meminta maaf. (Yah.. penonton kecewa). Setelah itu, mungkin saja Naoki salah tingkah karena tiba-tiba saja randomly dia mulai melakukan serve juga setelah aksi spontanitas Kotoko.

Hari Pertandingan Doubles

tambahan

Akhirnya hari pertandingan datang juga. Sebelum berangkat, Ayah Kotoko bilang bahwa mereka sudah bisa pindah ke rumah baru hari ini.

ep07-21

Sebelum mulai pertandingan, Tante Yuko bertingkah menyebalkan di sini. “Kau tahu berapa banyak masalah yang kau timbulkan terhadap Irie-kun? Jika kalah dalam pertandingan ini, yang merasa terhina adalah Irie-kun. Ditambah lagi dia membuang-buang waktu untuk melatihmu.” Yeah, keep talking oba-chan. Ngomong aja terus sambil mematut diri di depan kaca. Bilang aja ngiri karena nggak punya kesempatan latian bareng Naoki. Lagian saya heran, mana ada orang yang make up-an dengan sempurna sebelum pertandingan. Belum lagi rambutnya. Tergerai dengan indah. At least dikuncir gitu!

ep07-22

“Jangan takut. Kau tidak sendiri. Aku bersamamu”

Daan.. pertandingan pun dimulai. Sebelum dimulai, Naoki menuturkan kata-kata sakti pada Kotoko. “Kau tidak sendiri. Jangan takut. Aku bersamamu.” Oke Irie-kun. Saya nggak bakal takut kok. Tenang saja. *Kenapa saya yang jadi hepi*😀

ep07-23

Kotoko pun mulai mengunjukkan hasil latihannya. Walaupun berulang kali dia tidak berhasil memukul bola ke seberang net, tapi kemampuan Kotoko yang mulai bisa ‘menyambut’ bola membuat tim Yuko-Sudo tercengang. Setiap bola dari Om Sudo berhasil dipukul Kotoko. Om Sudo yang harga dirinya tercabik akhirnya mulai menjadikan Kotoko sebagai targetnya. Tapi Kotoko tidak gentar. Justru dia menganggap bola dari Om Sudo dan Tante Matsumoto lebih lambat dibandingkan bola yang diberikan Naoki saat mereka latihan. Yang menyenangkan dari latihan ini adalah, Naoki sempat memanggil nama depan“Kotoko” di sela pertandingan.

ep07-24

Kotoko yang senang mendengar nama depannya dipanggil akhirnya berhasil memukul bola hingga ke seberang net. Dan luar biasanya lagi, bola itu tidak bisa dipukul balik oleh tim Sudo-san.  Melihat ini, Kotoko mendapat applause dari rekan sesama tim. Bahkan Naoki pun memujinya sambil tersenyum.

ep07-25

ep07-26

ep07-27

Namun kegembiraan harus terhenti sampai situ. Tiba-tiba Kotoko terduduk lemas sambil mengerang kesakitan. Rupanya kaki Kotoko keseleo. Akhirnya pertandingan harus terhenti sampai situ. Daan… tanpa disangka-sangka, Naoki langsung mengangkat Kotoko dan membawanya dalam gendongannya! I can imagine your feeling, Kotoko-chan. Yes, I can. *Saya yang ngeliat aja hampir pingsan.* di sela-sela gendongannya, Kotoko meminta maaf karena tidak bisa menang. Tapi naoki dengan santai berkata “Dari awal aku juga tahu kita tidak akan menang.” Jadi.. jadi.. kalau udah tau mereka nggak bakal menang, kenapa mereka harus repot-repot latihan seminggu penuh! Oke Naoki, saya tahu kamu Cuma cari-cari alasan supaya bisa deket terus sama Kotoko. Hihihi.

ep07-28

Fangirling saya tidak berhenti sampai situ. Dengan baik hati Naoki mau mengantar Kotoko pulang ke rumahnya yang baru. *Walaupun sedikit misuh-misuh sih. Naoki ngeluh karena harus jalan jauh. kenapa nggak pake taksi aja, katanya.* Di sini, mau nggak mau Naoki harus merelakan lengannya digamit oleh Kotoko yang masih keseleo dan tidak bisa jalan tanpa penopang. Hahaha! Senangnya ngeliat Kotoko bergelayut di lengan Naoki. Apalagi Kotoko sempat menggodanya, mengenai insiden pemanggilan nama depan yang terjadi di lapangan tadi. Naoki berdalih “Aku tidak ingat. Aku hanya berkonsentrasi di pertandingan.” Yeah, keep making excuse, Naoki-kun. Haha..

ep07-30

Akhirnya mereka berdua sampai di rumah Kotoko. Saat Naoki mau pulang, rupanya Kotoko belum rela melepaskan tangan itu. “Ayahku ada di dalam. Bagaimana kalau kau menyapa Ayah? Aku buatkan teh!” katanya sambil menarik tangan Naoki. “Aku mengerti! Aku mengerti! Lepaskan tanganku!” kata Naoki. Tapi detik selanjutnya, Naoki tidak menolak saat Kotoko kembali menggamit lengan Naoki dan berjalan ke dalam pekarangan rumah. Haha..

ep07-29

Tapi hal yang tak disangka-sangka terjadi. Bukannya ayahnya muncul, melainkan seorang pria tua yang tidak dikenal. Kotoko bersikeras ini rumah barunya, namun si pria tua tidak mau kalah. “Di sini adalah rumah saya!” katanya.

Dengan kebingungan Kotoko bertanya-tanya. “Hah?! Apa maksudnya ini?!”

Daan. Bersambung!

Sampai berjumpa di recap selanjutnya!😀

About reviewdramajepang

Review drama dan film Jepang terbaru atau yang sudah lama.
This entry was posted in Comedy, Itazura na Kiss Love in Tokyo, Jdrama Spring 2013, Romance, Spoiler, Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Itazura na Kiss ~ Love in Tokyo Recap episode 7

  1. Hhhh says:

    Nice recaps. Thanks for sharing.
    Yahooo….😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s