Itazura na Kiss ~ Love in Tokyo Recaps episode 10


opening

Warning! Post ini mengandung kronologis cerita yang sangat akurat. Tidak disarankan untuk yang belum menonton drama ini. The purpose of this post is just to funly share. Enjoy, Minna!

Episode 10

ep10-01

Hari terus berlalu semenjak Irie Naoki memutuskan untuk tinggal sendiri dan berjauhan dari keluarganya, dan sekarang adalah musim dingin pertama sejak mereka masuk kuliah. Musim dingin dibuka dengan kesibukan keluarga Irie dan Aihara dalam mempersiapkan diri untuk mengunjungi teman keluarga mereka yang akan menikah lagi di Kyushuu. Akhirnya setelah pertimbangan panjang, mereka memutuskan untuk pergi satu hari satu malam di Kyushuu dan meninggalkan Kotoko dan Yuki di rumah berdua saja. Awalnya Irie-Mama ragu meninggalkan mereka, namun setelah Kotoko meyakinkan, mereka bertiga (Irie-mama, Ayah Kotoko, dan Irie-Papa ) pergi dengan tenang.

ep10-02

ep10-03

Awalnya semua baik-baik saja. Kotoko bahkan sempat membuatkan resep hamburger jepang andalannya untuk Yuki, sampai akhirnya Yuki mengerang kesakitan. Kotoko yang panik langsung menelepon Kin-chan karena Naoki tidak bisa dihubungi. Awalnya Kotoko mengira Yuki keracunan makanan yang ia buat, sampai ia menyadari bahwa dirinya juga memakan makanan yang sama dan tidak merasakan gejala apa-apa. Kotoko makin panik karena penyakit Yuki makin tidak bisa diidentifikasi, ditambah lagi Naoki yang tidak mempunyai HP tidak bisa dihubungi. Akhirnya dengan perasaan yang gugup setengah mati, Kotoko menelepon ambulans sementara Kin-chan membantu Kotoko untuk menemukan Naoki.

ep10-04 ep10-06

Setelah menemukan petunjuk bahwa Naoki bekerja di Royal Garden Cafe, Kin-chan langsung melesat menuju lokasi, dan menemukan Irie Naoki di sana. Naoki yang awalnya malas-malasan menyambut Kin-chan, langsung berubah panik saat mengetahui adiknya terbaring lemah di rumah sakit.

ep10-05

Sementara itu di rumah sakit, Yuki didiagonsa menderita penyakit ileocecal intussusception (can’t find the right words for indonesian, Gomen!) Dokter mengatakan bahwa ini bukan penyakit berbahaya pada awalnya, namun jika tidak segera ditangani, akan berakibat fatal. Untuk pencegahan ke arah yang berbahaya, maka Yuki harus segera dioperasi. Namun jika tidak ada keluarga yang bisa menjamin, maka operasi tidak bisa dilakukan. Akhirnya setelah penantian yang cukup panjang, Kin-chan berhasil membawa Naoki ke rumah sakit dan operasi pun berhasil dijalani.

ep10-07

Setelah kehirukpikukan mereda, Kinchan memutuskan untuk kembali ke restauran. Namun sebelum itu, tiba-tiba saja Naoki berterima kasih pada Kinchan. Kinchan yang sedikit jengkel dengan Naoki akhirnya ‘sedikit’ menceramahi Naoki. “Aku mengerti kamu ingin hidup sendiri, tapi seharusnya kau mengatakan dimana tempat tinggalmu agar keluargamu bisa menghubungimu.”

Manusia tidak bisa hidup sendiri. Sangatlah penting mengekspresikan perasaanmu pada orang di sekelilingmu. –Ikezawa Kinnosuke

ep10-09

Setelah itu Kotoko memutuskan untuk menghubungi keluarga Irie yang saat ini tengah di Kyushuu. Irie-Mama yang panik mendengar Yuki akan dioperasi sekarang juga, memutuskan untuk pulang walau badai tengah menerjang Kota Kyushuu. Lucunya, sepertinya mereka bakal pulang menggunakan jasa angkutan sukarela lantaran Kereta dan Pesawat ke Tokyo sudah tidak ada semua. Kelihatannya mereka berniat menyetop kendaraan apapun yang lewat dan naik apapun yang rela membawa mereka.

ep10-10

Setelah selesai menelepon, hal yang mengejutkan terjadi. Tiba-tiba saja sebuah tangan lembut menarik Kepala Kotoko. Irie Naoki tengah menyentuh kepala Kotoko dengan lembut sambil membisikkan, “Terima kasih, Kotoko”. setelah itu, kekhawatiran, kesedihan, dan ketakutan serta merta menyeruak dari dalam diri Kotoko. Kotoko kontan menangis sambil memeluk Irie Naoki yang balas memeluknya. Dengan lembut Naoki berkata, “Semuanya baik-baik saja.”

ep10-11

Setelah itu, Naoki menemui dokter yang telah selesai mengoperasi Yuki. Dokter mengatakan bahwa untuk saat ini Yuki belum bisa ditemui karena masih berada di ruang ICU. Untuk itu ia meminta Naoki pulang dan kembali keesokan paginya. Selain itu dokter juga mengatakan bahwa Naoki harus berterima kasih pada Kotoko yang telah mengambil tindakan cepat dengan membawa Yuki ke rumah sakit. jika tidak cepat ditangani, maka penyakit Yuki bisa berakibat fatal, apalagi jika dialami oleh anak kecil.

ep10-12

Sementara itu, malam sudah larut dan sudah tidak ada taksi lagi yang lewat di depan rumah sakit. Jam terakhir kereta pun sudah lewat.  Akhirnya dengan satu keputusan cepat (mengingat Kotoko tidak bisa pulang dan tidak bisa tinggal di rumah sakit juga), Naoki memutuskan untuk membawa Kotoko ke apartemennya yang hanya berjarak 10 menit dari Rumah Sakitnya.

ep10-13

Sesampainya di mansion Irie Naoki, Kotoko tidak bisa menahan diri untuk tidak bisa melihat sekeliling. Sampai-sampai Naoki bilang, “Jangan ngeliatin gitu.” Melihat kamar Naoki yang cukup lapang itu, angan-angan Kotoko jadi melayang “Aku berdua saja dengan Irie-kun di kamar ini.” sampai akhirnya ia menyadari sesuatu dan bertanya pada Naoki:

“Apa Yuko Matsumoto pernah ke kamar ini sebelumnya?”

“Tidak. Kau orang pertama yang ke sini.”

Mendengar itu semangat Kotoko naik lagi. namun hal yang didengar selanjutnya tak kalah mengejutkan. Naoki menawarinya untuk mandi. Kotoko langsung gelagapan. “Eh.. Eh.. Aku harus menelepon Obaachan untuk memberi tahu kalau operasi Yuki sudah berhasil. Irie-kun saja yang duluan mandi.”

ep10-14

Setelah menatap Kotoko begitu lama, akhirnya Naoki yang mandi duluan. Selagi menunggu Naoki mandi, Kotoko tidak tenang. Berkali-kali ia mondar mandir sebelum akhirnya duduk dengan melipat kaki di tengah ruangan. Khayalannya melayang lagi.

“Irie-kun sedang mandi. Setelah ini kita akan menghabiskan malam berdua. Memang sih, hal ini pernah terjadi di rumah Irie-kun sebelumnya. Tapi kali ini berbeda, karena di ruangan ini…”Kotoko menelan ludah. “… CUMA ADA SATU TEMPAT TIDUR!” Kotoko langsung memekik tertahan seraya meyakinkan diri bahwa ia tidak boleh seperti ini sementara Yuki sedang terbaring lemah di rumah sakit.

ep10-15

Akhirnya Naoki selesai mandi, dan ini saatnya bagi Kotoko untuk ‘mengobservasi’ kamar mandi Irie Naoki lebih dalam. Dan benar saja. bukannya langsung mandi, Kotoko ‘berwisata’ dulu di kamar mandi itu dengan melihat-lihat sekeliling. Melihat shampo Naoki, ia langsung berbinar-binar sambil bilang “Oh.. Samponya Irie-kun.” Setelah itu melihat sabun mandi Naoki ia langsung berseri-seri. “Oh, sabun bekas pakai Irie-kun!” sampai akhirnya Kotoko melihat handuk dan menciumi aromanya. Kotoko langsung tenggelam dalam kebahagiaan yang memuncak. Saking bahagianya, ia langsung jatuh pingsan hingga menimbulkan bunyi gedebuk keras. Naoki sampai bingung dari luar. Bunyi gedebuk apa itu? *Yang entah kenapa saya heran kenapa Naoki nggak ngecek Kotoko ke dalam. Kalau Kotoko pingsan karena kenapa-kenapa gimana coba? Haha..*

ep10-16

Usai mandi, rupanya si Jenius mau langsung tidur. Kotoko langsung bilang kalau dia bakal tidur di lantai sementara Naoki bisa menggunakan tempat tidur. “Memang aku akan tidur di atas.” Kata Naoki cuek. Kotoko langsung kecewa. “Bukannya seharusnya kau bilang pada anak perempuan, ‘silahkan, aku akan tidur di lantai dan kau bisa memakai tempat tidurnya’ kan? Kenapa tidak bilang begitu?” ternyata Naoki hanya bercanda. Ia akan tidur di lantai dan Kotoko bisa menggunakan tempat tidurnya.

Selama di tempat tidur, Kotoko justru tidak tenang. Ia mulai mengganggu Naoki, dari meminta menyalakan lampu kecil sampai akhirnya bilang bahwa “Irie-kun tidak kedinginan? Aku saja yang tidur di lantai.” Akhirnya setelah perdebatan panjang mengenai siapa yang harus tidur di atas, Naoki lelah dan memutuskan sesuatu yang mengejutkan. “Kalau aku tidur juga di tempat tidur, kau tidak akan protes bukan?”

ep10-17

Kotoko langsung gelagapan saat Naoki juga naik ke tempat tidurnya. Namun akhirnya dengan pasrah ia menerima pria itu tidur di sampingnya. Dan dengan bahagia tentunya. Namun ada satu pikiran yang mengusik Kotoko. Berada satu ranjang dengan wanita tapi tidak melakukan apa-apa. Sebagai wanita, aku merasa tidak punya daya tarik.

“Apa kau kepikiran?” kata Naoki tiba-tiba, seolah bisa membaca pikiran Kotoko. “Kalau aku tidak melakukan apapun padahal kita di ranjang yang sama. Kau kecewa bukan?”

“Eh? Aku tidak kecewa.”

“Aku.. tidak ingin bertindak seperti yang dipikirkan oleh Ibuku.” Kata Naoki akhirnya. “Kalau dia tahu kau menginap di kamarku dan sesuatu terjadi, itu pasti yang dia inginkan. Kemudian dia bisa mengendalikan hidupku terus-terusan.” Katanya lagi sebelum melanjutkan. “Karena itu aku tidak memberitahu alamat mansionku pada keluargaku. Jika aku bilang padanya dimana aku tinggal, dia akan membuatkan kunci cadangan, dan datang ke sini membuatkanku makanan tiga kali sehari. Kalau sudah begitu, apa gunanya hidup mandiri?”

“Kalau aku terus di sana, lulus kuliah dengan selamat, serta meneruskan perusahaan ayah dengan mulus, apakah hidup seperti itu yang kuinginkan? Rasanya seperti mengikuti alur yang dirancang oleh Ayah dan Ibuku. Kalau itu yang kuinginkan, tidak apa-apa. Tapi aku masih tidak yakin. Karena itu aku memutuskan untuk hidup sendiri untuk mencaritahu apa yang kuinginkan dalam hidupku.”

ep10-18

Kotoko tersenyum mendengarnya seraya berkata “Aku jadi ingat, waktu di Odaiba kau bilang padaku bukan? Bahwa hidupku lebih terasa menarik saat aku menghadapi tantangan, daripada tidak mengalaminya sama sekali. Jadi… Kau pindah bukan untuk menjauhiku?”

“Kenapa aku harus melakukan sejauh itu hanya untuk menjauhimu? Tinggal sendiri cukup berat, kau tahu?” kata Naoki lagi. lalu jeda sejenak sebelum ia berkata lagi “Tapi, gara-gara itu… hal ini terjadi. Selama ini kau yang menyusahkanku. Tapi kali ini aku yang menyusahkanmu.”

Kotoko: “Itu tidak benar. Bagiku, hanya hal ini yang bisa kulakukan (menolong Yuki). Irie-kun yang jenius mungkin bisa melakukan segalanya.”

Akhirnya mereka membicarakan banyak hal, seperti betapa rapuhnya nyawa seorang manusia. Naoki pun juga sempat takut mendengar nyawa Yuki yang nyaris berada di ujung tanduk. Ia bilang, bahwa nyawa seorang manusia ada di tangan Tuhan dan tak ada yang bisa kita lakukan.

Tapi Kotoko membesarkan hati Naoki dengan berkata, “Tapi kurasa Irie-kun bisa melakukan sesuatu! kau bisa menemukan obat baru, dan kau bisa menjadi dokter dan menyembuhkan penyakit hanya dalam sekali kedip.” – I Feel like he’s smiling a bit when Kotoko said that.- “Bagi Irie-kun, hal itu mungkin saja kan? Untuk mencari tahu kemungkinan itu, kau tinggal sendiri di sini ya?”

“Meskipun ada jutaan kemungkinan, tidak ada gunanya jika kita tidak tahu apa yang INGIN kita lakukan. Selama ini aku selalu berhasil dalam melakukan sesuatu, hingga aku merasa bosan.Katanya lagi sebelum akhirnya melanjutkan. “Seiring dengan hidupku yang semakin sibuk, sedikit demi sedikit, aku mulai sadar apa yang membuatku tertarik. Dan apa yang penting bagiku.” Katanya dengan nafas tertahan. Sedetik setelah mengatakan itu, dengkur halus pun terdengar. Rupanya Kotoko tertidur. (ARGH! DI saat penting begini!)

ep10-19

Naoki yang kaget mendengar dengkuran itu langsung mengubah posisi tidurnya jadi menghadap Kotoko. Naoki menghela nafas panjang sambil terus menatap gadis itu. “Kau ini benar-benar ya. Di saat-saat yang penting begini kau selalu begini.” Katanya sambil terus memandang Kotoko dengan pandangan lembut. (Saya meleleh seketika.)

ep10-20

Paginya, Naoki terbangun dan mendapati sebelahnya sudah kosong. Ternyata Kotoko sudah pergi lebih dahulu ke rumah sakit untuk menjenguk Yuki. Kotoko meninggalkan sepucuk surat dan seteko kopi untuk Naoki minum. Sambil menyesap kopi itu, Naoki melempar pandangan menerawang ke kejauhan.

Setelah itu, Naoki langsung menuju rumah sakit untuk menjenguk Yuki. Di koridor rumah sakit, ia bertemu dengan salah satu suster yang merawat Yuki. (Suster ini diperankan oleh Sato Aiko, pemeran Aihara Kotoko pada tahun 1996). Aiko bilang bahwa Kotoko sudah berada di sana pagi sekali dan merawat Yuki dengan cermat, hingga saat ini ia tertidur pulas. Mendengar itu, Naoki jadi tersentuh. Ia melihat sekeliling, peralatan Yuki sudah siap dengan rapi di meja, sementara hiasan dinding bertuliskan “Semoga cepat sembuh” terpancang indah di ruangan.

ep10-21 ep10-22

Lalu Kotoko bangun. Dengan suara lembut Irie berkata, bisa bicara sebentar? Dan mereka berdua pun pergi ke atap. Di sana, dengan suara beratnya yang khas, Naoki berkata. “Hei, selama ini kau selalu saja bilang suka padaku. Tapi.. apakah kau tahu perasaanku?”

ep10-23

“Perasaanmu? Hmm.. kau tidak tertarik sedikitpun padaku.”

“Bodoh…” potong Naoki tak sabar. “Itu sama sekali tidak benar.” Lalu Naoki meraih dagu Kotoko dengan lembut, dan mendaratkan kecupan di bibir Kotoko…

ep10-24

… dan Kotoko pun terbangun sambil menjerit pelan “Ciuman kedua!!” tapi ternyata itu Cuma mimpi. Lalu ia minta maaf pada Yuki-kun yang terbangun karena jeritan tadi. Kotoko sempat panik, karena wajah Yuki memerah. Namun Yuki bersikeras bilang bahwa ia tidak apa-apa. daripada itu, lebih baik kau menaruh bunga yang Naoki bawa ke dalam vas, katanya. Lalu Kotoko bergegas menaruh bunga itu sambil bersenandung kecil.

ep10-25 ep10-26

Sepeninggal Kotoko, Yuki langsung bergumam. “Ternyata benar. Itu bukan mimpi.” Lalu ingatan beberapa menit yang lalu hadir lagi ke dalam benak Yuki. Saat itu Kotoko masih tertidur pulas dan Yuki baru terbangun dari tidurnya. Dengan lemah Yuki memanggil Naoki, namun apa yang terjadi selanjutnya membuat matanya melebar. Naoki mendaratkan ciuman di bibir Kotoko yang masih tertidur. Kali ini dengan lembut, dan ketulusan terpancar di sana. Begitu selesai mencium, Naoki mendapati Yuki sedang tercengang melihatnya. Lalu dengan tenang Naoki meletakkan telunjuk di depan bibirnya, sebagai isyarat untuk jangan bilang siapa-siapa tentang hal ini. dan, Naoki meninggalkan ruangan dengan santai.

ep10-27

Lalu kehadiran Kotoko memburaikan lamunan Yuki. Kotoko bergumam seperti ternyata-Irie-kun-pandai-memilih-bunga, sementara Yuki yang masih tidak percaya dengan penglihatannya beberapa menit lalu memandang Kotoko dengan penasaran. Dan.. bersambung.

Review

Nggak ada kata-kata yang cukup buat mendeskripsikan betapa puasnya saya menonton episode sepuluh ini. I mean, berapa kali saya mencet replay dan nonton adegan itu berulang-ulang. Semuanya terasa nyata, dikemas dengan apik, manusiawi, dan penuh hati. Ada beberapa poin yang membuat saya puas di sini, mari simak satu-satu.

Kinchan’s generous lecturing

Salut sama Kinchan yang rela nyari Naoki sampai-sampai mau muter-muter Daikanyama hanya untuk nyari Naoki dan ngabarin kalau Yuki terbaring di rumah sakit. Selain itu, dengan baik hati Kinchan mau menceramahi Naoki tentang kehidupan, membuat saya berpikir untuk menyukai Kin-chan lebih lagi. Haha. Selama ini saya selalu bias ke Naoki, tapi nggak ada jeleknya juga kalau give a little break for Kinchan. Apalagi bentuk ceramahnya bagus banget, bikin Naoki terdiam seribu bahasa.

Kotoko’s wild imagination

Nggak ada yang bisa nandingin imajinasi cewek kalau lagi jatuh cinta. Apalagi cewek itu berada di dalam satu kamar dengan cowok yang dicintainya. Gilaa… nggak heran kalau Kotoko jadi mikir macem-macem. Suka banget adegan klimaks pas Kotoko pingsan di kamar mandi habis mencium aroma tubuh Naoki di sebuah handuk. Dan paling ketawa pas Kotoko bilang “Cuma ada satu tempat tidur!!” lol.. itu kocak sekali. Selain imajinasinya yang menggila, saya juga senang cara Kotoko mengcomfort perasaan Naoki dengan bilang bahwa Naoki bisa melakukan apa saja, termasuk menyembuhkan orang sakit. saya bisa merasakan hati Naoki yang mencair seketika pas Kotoko bilang begitu. I can tell his slight smile while Kotoko’s saying that.

Curhatan Naoki dan tindakan spontanitasnya

Siapa yang nyangka Naoki yang dingin itu bisa curhat panjang lebar mengenai pilihan hidupnya? Yang paling saya senang di sini adalah ketika Naoki bilang bahwa ternyata dia pindah rumah bukan karena ingin menjauhi Kotoko, tapi karena kepingin mencari tahu apa yang ia inginkan. Saya senang sekali di sini, karena teori saya di review episode 8 tidak terbukti.

Dan selain beberapa menit quality time Kotoko dan Naoki yang penuh makna, saya kembali dikejutkan oleh tindakan spontanitas cowok ini yang selama ini tidak pernah ia perlihatkan. I mean, siapa yang sangka kalau dia bisa memeluk cewek yang satu tahun lalu disinyalir sebagai cewek pengganggu nomor satu *belum lagi dikatai cewek bodoh*. Apalagi dengan suaranya yang berat dan lembut Naoki berkata, “tenang saja. semua akan baik-baik saja.” membuat jantung saya meleleh seketika. Ternyata benar kata orang. episode 10 ini memang nggak baik buat jantung. Efek lanjutan: jantung berdesir-desir, mau meledak, hingga menggedor-gedor nggak jelas.

Selain hug yang penuh arti, jantung saya kembali meletup-letup saat menyaksikan bibir cowok itu dengan lembut menyentuh bibir Kotoko waktu Kotoko lagi tidur. Kissu yang ini beda banget. Penuh ketulusan dan kelembutan, beda dengan kissu yang di episode lima. Apalagi setelah itu dengan santainya dia mengatakan ‘sst’ pada Yuki-kun. Wajahnya saat itu bener-bener deh. I’ve never found anything cute like that before. Rasanya nggak berlebihan kalau saya bilang itu the best scene ever of Furukawa Yuki di dorama ini. *Selain kissu di tangga darurat, first date, adegan gendong di lapangan tenis. Loh loh, kok banyak best scene­nya ya? Haha..* Saya pribadi bukan penggemar Furukawa Yuki, tapi melihat dia di scene itu, rasanya semua keraguan runtuh seketika dan I’m proud to be his fan from now on. Haha..

Sato Aiko’s Appearance

Excited banget pas ngeliat Sato Aiko ada di dorama ini. meski kemunculannya Cuma sebentar, tapi cukup bikin saya nostalgia dan mengingat beberapa adegan di Itazura na kiss 96. Tentu aja, di sini dia nggak seannoying waktu di versi ’96, tapi malah memberikan kesan lucu. Waktu dia bilang, “Kotoko mengingatkan saya akan diri saya yang dulu. I-ri-e…” hahaha… mimik wajahnya pas bilang ‘I-ri-e”itu kocak banget. Sepersekian detik kemudian dia langsung berubah berwibawa lagi.😀

Sejauh ini, ini episode terbaik yang pernah ada. Rasanya puas walaupun nonton  berulang-ulang dan mencet replay over and over again. Saya yakin temen-temen juga berpendapat sama kan?😀

About reviewdramajepang

Review drama dan film Jepang terbaru atau yang sudah lama.
This entry was posted in Itazura na Kiss Love in Tokyo, Jdrama, Jdrama Spring 2013, Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Itazura na Kiss ~ Love in Tokyo Recaps episode 10

  1. lan says:

    gokurosama deshita..😀

    setuju banget, saya sampai bener-bener suprise nontonnya, ga kebayang naoki akan merangkul kotoko dari belakang dan bilang “terimakasih, kotoko”, arrgh…teriak2 deh pas nonton haha..

    terus yang adegan di atap rumah sakit, saya duga2 ah, ini pasti mimpi, ini pasti mimpi. dan ternyata emang bener, mimpi kotokonya..

    tp pas Yuki bilang “it’s not dream” dan adegan ciuman yang sesungguhnya, ah bohong kan bohongkan..hahaha…pokoknya bener-bener episode yang mengkagetkan >_<

    • Yuup bener banget! apalagi saya nonton in the middle of the night! kebayang kan gimana susahnya nahan teriak? hahaha…
      Episode ini memang penuh surprise ya.. Saya puas nontonnya…😀

  2. kotokonaoki says:

    Dari semua adaptasi yg pernah dibuat , menurutku eksekusi buat second kiss ini paling top deh .. dan sangat wajar banget klo cowok populer yg dingin plus benci cewek cewek itu bisa jatuh cinta sama si oon kotoko ( soalnya si kotoko disini meski bodoh tp ga idiot kyk versi yg lain ).
    Naoki disini juga manusiawi banget , dingin tp bukan robot .
    Dan yg bikin aku kaget itu si kin-chan , biasanya diversi lain aku annoying banget sama kin-chan tp tidak buat kin-chan yg ini..
    Seperti kata yamada yuki di bts klo penonton bakal bingung milih naoki ato kin-chan !!
    Ini adaptasi ter passss dari semua sisi..

    • Yap bener banget. Naoki yang ini memang yang paling manusiawi, pas banget. kalau versi Korea kan terlalu dingin, IMO. Iya. saya juga mulai suka sama Yamada Yuki. Nggak annoying, malah cenderung lembut dan penuh perhatian.😀

  3. Gresia says:

    setuju bangett!!
    banyak poin yang bagi saya itu bagus banget, beberapa diantaranya spt yg diatas. bahkan saya ulang2 nonton episod ini😄 wkwkwkwwkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s