Itazura na Kiss ~ Love in Tokyo Recaps Episode 11


opening copy

Warning! Post ini mengandung kronologis cerita yang sangat akurat. Tidak disarankan untuk yang belum menonton drama ini. The purpose of this post is just to funly share. Enjoy, Minna!

Episode 11: My Lover is Santa Claus

ep11-01

Setelah hingar bingar ketika Yuki sakit mulai mereda, akhirnya hari natal pun tiba. Hari yang bagi masyarakat Jepang disinyalir sebagai hari penuh cinta dan kebanyakan dari mereka menghabiskannya dengan pasangan masing-masing. Bagi yang punya pacar sih, natal bukan masalah. Tapi bagi yang menjomblo seperti Kotoko, itu baru masalah.

ep11-02

Seperti hari itu. Kotoko terlihat santai berjam-jam minum air putih dan kopi di Kafe Royal Garden, tempat Irie Naoki bekerja. Rupanya Kotoko sedang dalam misi. Misi untuk mengajak Naoki menghabiskan malam natal bersama (walaupun hanya di rumah). Terlihat saat itu dengan gugup Kotoko bertanya pada Naoki, “Malam natal nanti, apa rencanamu?” namun dengan datar Naoki menjawab, “Aku bekerja.”

ep11-03

Kesalnya lagi, Matsumoto pun juga ada shift kerja saat natal berlangsung. Dengan bangga ia memanas-manasi Kotoko kalau ia akan bekerja bersama Naoki di saat malam natal. Kotoko yang juga ingin mereservasi meja saat malam nantal nanti harus gigit jari lantaran semua meja penuh, belum lagi makanannya yang sangat mahal. Akhirnya, ia harus menunduk lesu

ep11-04

Tapi bukan Kotoko namanya kalau dia muram berlama-lama. Sambil berjalan menuju kampus, ia  menggumamkan sesuatu seperti walaupun-tidak-ada-irie-kun-aku-masih-punya-teman-untuk-merayakan-natal-bersama. Namun harapan itu musti patah saat dengan berbinar-binar Jinko dan Satomi memperkenalkan pacarnya pada Kotoko. Pacar Jinko adalah Narasaki, anak band, sedangkan pacar Satomi Ryo Takamiya, mahasiswa jurusan hukum. Kotoko yang sama sekali tidak menyangka hal ini, bertanya dengan terbata-bata “E-eh? Kalian? S-sejak kapan?” Haha… Forever jomblo Kotoko. Dengan dua pacar tak terduga itu, hanya Kotoko yang tidak punya pacar pada Natal pertama saat kuliah. Bagaimana jadinya malam natal Kotoko??!

ep11-05

Kotoko menghela nafas berat. Saat itu Kinchan datang, bertanya apakah benar fakta bahwa Jinko dan Satomi sudah tidak sendiri lagi. Dan hal itu dibenarkan oleh Kotoko. Lalu Kinchan mengambil kesimpulan bahwa malam natal nanti pasti mereka menghabiskan waktu bersama pacar masing-masing. Kinchan yang saat itu melihat celah kontan bahagia mendengar ini. Ia baru saja akan mengajak Kotoko untuk menghabiskan malam natal bersama, ketika Jinko tiba-tiba datang dengan emosi meluap-luap. Katanya Narasaki tidak bisa menghabiskan waktu natal bersama gara-gara ada konser di daerah Sendai. Sambil terus menenggak makanan, Jinko bertutur dengan berapi-api bahwa ia juga butuh kasih sayang saat malam natal.

ep11-06

Belum selesai Jinko berkeluh kesah, datang Satomi dengan langkah menghentak. Rupanya ia membawa kabar yang sama. Ryo tidak bisa menghabiskan malam natal bersama karena ia harus bekerja part time untuk membelikannya hadiah. Padahal bukan hadiah yang diinginkan Satomi, tapi hati. Pria benar-benar tidak mengerti perasaan wanita!

Kotoko membelah kericuhan itu dengan mengatakan, “kita tinggalkan saja para pria yang tidak mengerti perasaan wanita itu! Tahun ini biar kita bertiga saja yang bersenang-senang merayakan malam natal!” akhirnya mereka berjanji untuk merayakan malam natal bertiga. Tidak ada yang boleh mengkhianati janji ini! Satomi berdeklarasi.

ep11-07

Mendengar itu, Kinchan langsung semangat ingin ikut pesta tiga sahabat. Tapi ketiganya hanya menatap Kinchan dengan kaku. “Kinchan…  Kau baru magang di Aihara restauran bukan? Tidak ada satu restauran pun di Jepang yang meliburkan karyawannya saat malam natal.” Mendengar itu, semangat Kinchan langsung rontok. “Aku bisa segera pulang kalau sudah selesai bekerja.” Tapi ketiga sahabat hanya meninggalkan Kinchan dengan tatapan sangsi.

ep11-09

Sementara itu di restauran, ternyata sudah banyak yang membooking tempat di Aihara pada malam natal. Ini jelas membuat Kinchan frustasi. “Bukankah natal itu hari libur umat kristiani? Kenapa orang-orang malah makan di restauran pada hari itu?” katanya sambil menjerit frustasi. Selain itu ia tidak bisa meninggalkan restauran lantaran Bos (Ayah Kotoko) harus menghadiri pesta pada jam 9 malam. Mendengar ini, Kinchan makin lunglai.

ep11-08

Ternyata pesta yang akan dihadiri oleh Ayahnya Kotoko adalah pesta perayaan 20 tahun  berdirinya perusahaan Irie. Karena itu Irie-Papa akan merayakannya pada malam natal di Hotel Prince. Kotoko pun diundang ke sana. Awalnya Kotoko bahagia karena diundang ke pesta tersebut, namun janjinya pada ketiga sahabat hadir kembali di benaknya. Tidak mungkin ia mengingkari janji pada Jinko dan Satomi. Selain itu, ternyata Naoki juga tidak bisa hadir ke pesta di Hotel Prince lantaran bekerja. Hal ini membuat Irie-Papa sedikit terhenyak. Ia seakan memikirkan sesuatu.

ep11-10

Untuk mengusir kegundahan, akhirnya Irie-Papa mengajak Naoki bertemu di suatu bar. Rupanya ia sangat mengharapkan kehadiran Naoki di pesta tersebut. namun Naoki yang mengira ia harus hadir lantaran ia akan dikenalkan sebagai penerus perusahaan Irie, menolak ajakan papanya. Tapi Irie-papa tidak menyerah. Dengan sekuat tenaga ia membujuk Naoki untuk hadir. Hal ini sedikit banyak membuat Naoki berpikir juga.

ep11-11

Dalam perjalanan pulang, Irie mampir terlebih dahulu ke toko buku. Dalam diam ia menelusuri rak-rak yang ternyata khusus untuk kedokteran. dibukanya salah satu buku kedokteran sementara ingatannya melayang ke memori beberapa hari yang lalu. Ingatan saat Kotoko mengatakan bahwa “Irie-kun pasti bisa melakukan apa saja. irie-kun bisa menciptakan obat baru dan menyembuhkan penyakit dalam sekejap.” Tampaknya perkataan Kotoko itu membuat Naoki berpikir ulang mengenai jurusannya.

ep11-12

Esoknya, kehadiran Naoki membuat kejutan di rumah. Semua orang yang tengah mempersiapkan dekorasi natal terperangah melihatnya. “Kenapa kau ke sini?” tanya Kotoko. “Aku ke sini untuk mengambil jas untuk pesta perusahaan Ayah.”

Mendengar itu, angan-angan Kotoko langsung melayang. Jadi irie-kun juga ikut pesta! Kalau aku datang juga, berarti aku bisa menghabiskan malam natal bersama Irie-kun. “Eh.. Kalau begitu, aku juga mau ikut ke pesta…” kata Kotoko akhirnya.

“Kau tidak bisa ikut pesta bukan?” potong Naoki. “Kudengar kau akan menghabiskan malam natal bersama sahabatmu?”

“Eh? Anu.. Itu…”

“Sayang sekali ya. Padahal kalau ada kamu pestanya jauh lebih menyenangkan.” (lol.. he’s teasing Kotoko again.)

“Oniichan juga, katakan pada Kotoko supaya ia tetap ikut pesta!” Irie-mama ikut menimpali.

“Sayang sekali. Pasti tidak bisa. Mereka sudah membuat rencana bukan?”

Namun Irie-Mama berkata, “Tapi persahabatan perempuan tidak bisa dipercaya. Lagipula, ini kan malam natal.”

“Tidak mungkin. Persahabat mereka sangat spesial. Benar kan, Kotoko-san?”

Kotoko langsung gelagapan sementara Naoki meninggalkan Kotoko yang jengkel berat. Tapi tak ada pilihan lain. Ia harus menepati janji pada Jinko dan Satomi.

ep11-14

Akhirnya malam natal pun tiba. Kotoko diizinkan untuk memakai rumah keluarga Irie demi merayakan natal bersama dua sahabatnya. Namun Irie-Papa mengingatkan agar selalu berhati-hati karena banyaknya pencuri yang berkeliaran saat malam natal. Walau Kotoko merasa agak kebat kebit mendengar itu, namun ia menguatkan hati untuk tetap merayakan pesta bersama Jinko dan Satomi.

ep11-15

Setelah keluarga Irie meninggalkan rumah, khalayan Kotoko membumbung lagi. Ia membayangkan Naoki dengan setelan jas yang sangat menawan sementara dirinya dengan balutan gaun berwarna pink pastel yang indah. Lalu mereka berdua berdansa, dan Kotoko tersadar dari lamunan seraya menggeleng kuat-kuat. Aku tidak boleh memikirkan Naoki kali ini. Ini saatnya pesta wanita! Dan Kotoko pun segera mendekorasi ruangan.

ep11-16

Sementara itu di Royal Garden Cafe, Yuko matsumoto harus bersungut-sungut karena Naoki, orang  yang paling ingin ditemuinya malah tidak menampakkan batang hidung. Di sana ia malah bertemu dengan Sudo senpai yang sengaja booking meja pada malam natal untuk ngajak Matsumoto makan bareng. Hahaha..

ep11-17

Di rumah Kotoko, semuanya sudah siap. Namun semuanya musti hancur setelah sebuah telepon yang datang ke ponsel Kotoko. Jinko mengabarkan bahwa ia tidak bisa datang karena Narasaki tiba-tiba datang dari Sendai. Rupanya konsernya dibatalkan karena ada badai salju dan Narasaki pulang menerjang badai hanya untuk bertemu Jinko. Akhirnya Kotoko memakluminya walaupun dengan rasa gondok.

Namun rasa gondoknya tak sampai situ. Beberapa saat kemudian, nama Satomi yang tertera di ponsel Kotoko. Ia membawa kabar bahwa Ryo ternyata bohong mengenai kerja part timenya. Ryo sang pacar tercinta tiba-tiba muncul membawa kejutan, seikat mawar merah dan booking ke sebuah restauran. Akhirnya dengan senyum miris Kotoko berkata, “Aku mengerti. Biar aku dan Jinko pesta berdua saja.”

Kotoko langsung lemas di tempat. Tau begitu dia datang ke pesta Irie-Papa. Namun pikiran itu langsung dienyahkannya, lantaran ia pikir bahwa itu tidak keren. Bisa-bisa dia diejek habis-habisan karena sudah mempercayai janji wanita yang rapuh itu. Akhirnya dengan muram Kotoko menjalani pesta natal sendirian.

ep11-33

Ternyata restauran yang dipesan pacar Satomi adalah restauran Aihara! Kinchan yang melihat itu langsung menodong Satomi dengan pertanyaan-pertanyaan. Bukankah kau berpesta dengan Kotoko? Kenapa kau malah bersama pacarmu? Dimana Kotoko sekarang? Tapi Satomi menenangkan Kinchan dengan alasan bahwa Jinko sedang bersama Kotoko sekarang.

Entah sangsi entah tidak percaya, Kinchan akhirnya mengecek Jinko melalui ponselnya. Ternyata benar, Jinko saat ini malah bersama pacarnya di salah satu jalan di Tokyo untuk live performance.

ep11-19

Sementara itu, Naoki yang tengah berjalan menuju pesta tidak sengaja melihat Jinko dan pacarnya sedang di jalan menggelar pertunjukan live music. Seketika itu juga ia teringat perkataan ibunya. Janji antar wanita tidak bisa dipercaya, apalagi ini malam natal.

ep11-20

Lalu scene berganti, menampakkan Kotoko yang kelaparan akibat tidak ada makanan yang seharusnya dibawakan Jinko dan Satomi. Malam itu Kotoko hanya bertemankan makanan kecil dan semangkuk ramen instan yang sangat tidak mengenyangkan. Akhirnya dengan perasaan nelangsa, dilahapnya ramen itu. Sambil menikmati ramennya, Kotoko menyalakan televisi yang berbunyi “Ini malam natal, pemirsa! Apa yang kalian lakukan di malam natal? Makan malam bersama pacarmu? Hahaha. Memang betul. Sangat tidak mungkin ada orang yang menghabiskan makan malam sendirian di malam natal ini.” Kata-kata itu langsung menohok Kotoko sebelum akhirnya ia mendengar suara aneh dari luar.

ep11-21

Kotoko segera mematikan televisi untuk menajamkan pendengaran. Suara berkeretak itu semakin keras. Ternyata ada orang di luar! Kotoko langsung teringat perkataan Irie-Papa yang bilang bahwa ada banyak pencuri di malam natal. Nyali Kotoko langsung ciut, apalagi saat orang yang mencoba menerobos masuk itu berhasil membuka pintu. Akhirnya dengan nyali setengah hidup, Kotoko berusaha melawan orang itu dengan caranya: memukulnya dengan raket tenis. Dengan semangat empat lima ia memukulkan raketnya ke arah pencuri itu.

ep11-22

Tapi betapa kagetnya ia ketika menyadari bahwa orang yang dipukulnya adalah… Irie Naoki! Kotoko kontan minta maaf, sebelum akhirnya menyadari bahwa Naoki memakai setelan jas yang sangat keren. Setelah beberapa detik mengagumi figur Naoki yang terbungkus jas, Kotoko tertawa sendiri. “Lucu sekali melihat kau sudah berdandan keren seperti ini malah dipukuli seperti maling. Ditambah lagi, kau dipukuli di rumahmu sendiri!” Kotoko tergelak begitu keras, membuat Naoki sedikit banyak berteriak marah. Namun begitu melihat Kotoko tertawa begitu lepas, Naoki hanya memandanginya penuh arti.

ep11-23

Akhirnya Kotoko mengobati luka Naoki. Di sela-sela pengobatan, Kotoko bertanya, “Apa yang terjadi dengan pestanya? Kau tidak pergi ke sana?”

“Aku pergi. Tapi karena Cuma memberi salam kepada semua kolega ayah, aku pulang karena bosan.” Kata Naoki sebelum melanjutkan. “Kau sendiri bagaimana? Bukankah seharusnya kau berpesta dengan temanmu?”

Lalu Kotoko menjawab dengan kikuk. “Satomi dan Jinko ada urusan dengan pacarnya.”

“Hmm… ternyata persahabatan kalian kuat sekali ya.” Sindir Naoki, membuat Kotoko tertunduk malu. Lalu Kotoko seperti mencium bau makanan. Dan ternyata benar. Naoki membawa sepaket ayam goreng! Ia bertanya, “Jangan-jangan… kau membawakan ayam itu untukku?” lalu Naoki ngeles, “Tidak lah! Aku lapar, karena tadi di pesta tidak terlalu makan banyak.” Hahaha.. I know you bought it for her, Naoki-san.

ep11-24

Sementara itu, akhirnya pekerjaan Kinchan di restauran Aihara akhirnya usai. Setelah membereskan pekerjaannya, Kinchan tampak merangkai sebuah bekal dengan cantik. Ternyata bekal tersebut bertuliskan “Selamat Natal Kotoko”. Dengan penuh perasaan dirancangnya bekal tersebut agar benar-benar terlihat cantik.

ep11-25

ep11-26

Dan di rumah Irie, Kotoko makan malam berdua dengan Naoki sebelum akhirnya ia teringat sesuatu. Ia langsung mematikan lampu di ruang tengah sementara lampu-lampu kecil yang bertebaran di ruangan berkerlap kerlip menyenangkan, memberikan kesan redup yang menenangkan hati. Di sana Kotoko bercerita, kalau ini adalah natal pertamanya bersama keluarga. Dari dulu ia tidak pernah merayakan natal bersama ayahnya, lantaran Ayahnya harus sibuk mengurus restauran, sementara Ibunya sudah lama meninggal. Berarti di sini Kotoko sudah menganggap Naoki seperti keluarga sendiri? Hihi.. sepertinya Naoki terlihat berbunga-bunga di sini meski masing memasang tampang pokernya.

Setelah itu, Kotoko yang merasa suasana natal semakin kental, akhirnya mencoba untuk membeli cake. Tapi kita kembali dikejutkan oleh si datar Naoki. “Kita sudah punya cake kok.” kata Naoki pelan. dan Kotoko langsung happy.

“Jangan-jangan ini hadiah dari Santa Claus?”

“Tidak mungkin kan?” kata Naoki.

“J-jadi.. Ini dari Irie-kun?”

“Dari siapa lagi?”

Dan di sini Naoki kembali ngeles. Kurang lebih ngelesnya begini:

ep11-tambahan 3

Sementara itu, Kinchan sudah sampai di rumah Irie dan berencana mengagetkan Kotoko dengan kostum Santanya. Ia langsung menuju ke ruang tengah untuk mengagetkan Kotoko (Tapi ia berencana mengagetkan Kotoko dari luar). Dan betapa kagetnya ia ketika melihat siapa yang di sana. Kotoko sedang menatap Naoki dengan pandangan mesra, begitu juga sebaliknya (setidaknya itu yang terlihat dari jauh)

ep11-30

ep11-31

Naoki’s gazing at Kotoko, again!

Di dalam, Kotoko mulai menyalakan lilin. “Hei, bagaimana kalau kita make a wish?

“Itu kan untuk ulang tahun.”

“Tidak apa-apa. Ayo kita make a wish!” namun Naoki terlihat ogah-ogahan. Tapi setelah Kotoko memaksa,akhirnya dengan suara lembut Naoki berkata, “Baiklah. Kalau begitu kau saja yang make a wish.

Dan Kotoko pun mengucapkan permintaannya dalam hati sambil memejamkan mata. Sementara itu, Naoki menatap Kotoko penuh makna sebelum akhirnya Kotoko selesai mengucapkan permintaan, dan meniup lilin di hadapannya. Ruangan pun berubah menjadi gelap, dan bersambung.

ep11-32

Review

Poin plus dari episode ini adalah, suasana natal yang damai terasa banget pas di scene-scene terakhir. Lampu redup, cahaya kerlap kerlip, lagu-lagu sendu pendukung suasana, dan yang paling penting adalah, tatapan lembut Naoki ke Kotoko. Biarpun dia making excuse sampe berkali-kali supaya rasa carenya nggak ketauan Kotoko, tapi semua bisa terlihat dari tatapan intensnya buat Kotoko. Rasanya meleleh seketika kalau dipandang seperti itu. Saya berkali-kali jejeritan ngeliat scene terakhir itu. Apalagi pas cahaya mati setelah Kotoko meniup lilin. Sedikit berharap mereka kissing di situ hoho! tapi rasanya Naoki masih belum bisa mempublikasikan perasaannya di hadapan umum.

Dan Kinchan.. saya merasa kasihan banget sama Kinchan di sini. Udah susah-susah bikin bekal untuk Kotoko, tapi dia udah keduluan Naoki. Hahaha.. Memang susah ngalahin si jenius.

Untuk duet Kocak Jinko dan Satomi, rasanya kita mesti berterima kasih sama mereka berdua, karena berkat mereka, Naoki jadi bisa pulang ke rumah dan menghabiskan malam natal sama Kotoko. Walaupun di sana sini Naoki kelihatan bersikeras membuat excuse, but we can see that you care, Naoki! Senang sekali rasanya melihat Naoki dengan rasa carenya yang terselubung.

ep11-tambahan 2

Overall, walaupun ini bukan the best episode, tapi episode ini sanggup membuat saya senyum-senyum sendiri sambil sesekali teriak.

Kalau begitu, sampai jumpa di recaps selanjutnya!

About reviewdramajepang

Review drama dan film Jepang terbaru atau yang sudah lama.
This entry was posted in Itazura na Kiss Love in Tokyo, Jdrama, Jdrama Spring 2013, Romance, Spoiler, Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Itazura na Kiss ~ Love in Tokyo Recaps Episode 11

  1. IloveNaoki says:

    Kinchan kasiaaan!!! Tp mang Kotoko hrs ditakdirkan dgn Naoki, jadi sabar ya Kinchan..
    Suka bgt pas Naoki ngeliatin Kotoko kayak gitu. Apalagi dia ngelesnya jago banget. hahaha…

  2. Rara says:

    Tapi episode ini nggak segreget episode yang lalu ya.
    Masih kebayang-bayang sama episot 10 kemaren. hehe.
    Semoga episot 12 nanti semakin bagus. amin

  3. ChibiMaruko-chan says:

    Aaarghhh.. benci banget sama Jinko Satomi! Pake ngga nepatin janji segala!
    Tapi berkat itu juga Kotoko bisa bduaan ama Irie-kun. hhihihihii..
    Makaci buat recapnya. Nulis terus ya…

  4. LindaEita says:

    Iya… kaget juga pas Kotoko bilang “Ini Natal pertama bareng keluarga.”
    Ya.. ya.. nantinya Irie-kun bakal jadi keluargamu kok Kotoko.. *ups spoiler*

  5. Sakura says:

    Kyaaa Irie-kuun…. Don’t stare at her like that!! *pingsan*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s